Berita

sri mulyani/net

Hukum

CENTURYGATE

Sri Mulyani: Kalau Angkanya Berubah-ubah Saya Bisa Mati Berdiri

JUMAT, 02 MEI 2014 | 13:57 WIB | LAPORAN:

. Bekas Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani kewalahan dengan angka dana talangan untuk menyelamatkan Bank Century berubah dari Rp 632 miliar menjadi Rp 2,6 triliun, atau CAR yang dari minus 3,5 jadi 35 persen.

Saking kewalahannya, dalam rangkaian rapat KSSK yang salah satunya juga dihadiri oleh pihak BI, Sri menyatakan bisa mati berdiri.

"Kalau angkanya berubah-ubah seperti itu saya bisa mati berdiri, saya katakan begitu. Saya yang mati berdiri," terang Sri saat bersaksi dalam sidang lanjutan Terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5).


Pernyataan itu dilontarkan Sri Mulyani saat dikonfirmasi oleh salah seorang Jaksa KPK, Ahmad Burhanuddin.

"Selain kata-kata itu, apakah saudara pernah sampaikan 'kalau dalam waktu 24 bulan kedepan saya menjadi jaksa saya tidak akan peduli dengan keputusan ini, mengapa bapak2 mengambil keputusan seperti itu'?," tanya Jaksa lagi.

"Saya tidak ingat kalau katakan saya pernah jadi Jaksa. Tapi memang saya mengatakan kalau bapak perhatikan saya terus menerus di dalam pengambilan keputusan yang situasinya sangat-sangat genting dan selalu dipacu dengan mengambil keputusan yang tepat saya selalu terus menerus menekankan kepada BI, KSSK, kepada Kemenkeu untuk selalu menjaga taat azas, peraturan dan sedapat mungkin governence atau tata kelola selalu trus dibangun," terang Sri.

"Makanya bapak-bapak (jaksa dan hakim, red) bisa mendapatkan semua percakapan itu karena seluruh pertemuan itu direkam karena itu sebagai akuntabilitas yang penting untuk republik ini," sambung Sri yang saat ini merupakan pejabat Bank Dunia itu. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya