Berita

sby/net

Pertahanan

Presiden SBY: Kekuatan Pesawat Tempur Kita Bertambah

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 14:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan demo udara dan meninjau skuadron pesawat tempur ringan yang memperkuat Skuadron 15 Pangkalan Udara Iswahyudi Madiun, Jawa Timur di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/2).

Sebanyak 16 pesawat tempur T-50i Golden Eagle pesanan Kementerian Pertahanan telah tiba dari Korea Selatan.

"Korea Aerospace Industries telah menyerahkan 16 unit pesawa tempur T-50i kepada Kementerian Pertahanan Indonesia dan selanjutnya kepada TNI AU melalui Mabes TNI untuk dioptimalisasi," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam laporannya.


Pesawat tempur T-50i Golden Eagle ini sebagai pengganti pesawat latih Hawk MK 53 yang sejak tahun 1980-an memperkuat Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Iswahjudi. Pesawat ini akan digunakan sebagai pesawat Fighter Lead in Trainer (melatih calon penerbang tempur).

Menurut Purnomo, ke-16 pesawat itu merupakan pelaksanaan kontrak yang ditandatangani pada 25 Mei 2011 dengan total nilai kontrak sebesar 400 juta dolar AS.

"Pesawat ini akan meningkatkan peran TNI dalam mengemban tugas yang lebih besar, menangani tantangan yang lebih kompleks di masa depan," ujar Purnomo.

Usai laporan Purnomo, Presiden SBY menyaksikan prosesi fly pass dari empat Pesawat Tempur Ringan T-50i Golden Eagle dan dua Sukhoi. Kemudian dilanjutkan dengan solo aerobatic Pesawat Grob G 120 TP. Prosesi terakhir adalah Prosesi Pelangi empat Pesawat Tempur Ringan T-50i Golden Eagle dimana pesawat berjalan di atas landasan pacu melewati gerbang siraman air oleh dua unit mobil pemadam kebakaran.

Presiden SBY kemudian meninjau 12 Pesawat Tempur Ringan T-50i Golden Eagle, Pesawat Tempur Sukhoi, CN 295 dan CN 235 MPA. Peninjauan dipandu oleh Komandan Skuadron 15 TNI AU Letkol Pnb. Wastum. Presiden sempat naik ke pesawat T-50 Golden Eagle berwarna biru dan kuning.

"Tambah kekuatan (TNI-AU kita)," kata Presiden SBY kepada wartawan, dari atas pesawat.

Dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, mendampingi Presiden dalam acara ini Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menhan Purnomo Yusgiantoro, KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, KSAD Jendral TNI Budiman, dan KSAL Laksamana TNI Marsetio. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya