Berita

neta s pane/net

Pertahanan

Aksi Teror Penembakan Misterius Kian Mengganas

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 21:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Aksi teror penembakan misterius di Indonesia kian mengganas. Dalam sebulan, yakni Januari 2014 sudah terjadi sebanyak 10 kasus penembakan misterius. Ironisnya, tidak satu pun pelaku berhasil ditangkap kepolisian.

Indonesian Police Watch (IPW) mencatat, selama Januari ada tiga orang tewas akibat aksi penembakan misterius yang dilakukan orang tak dikenal (OTK). Korban tewas terdiri dari satu polisi, satu TNI, dan satu warga sipil. Selain itu ada empat orang lainnya luka-luka, satu mobil dirusak, satu pos polisi dirusak, dan satu pesawat di Papua ditembaki OTK.

Menurut Ketua IPW Neta S Pane, Jakarta sebagai Ibukota negara ternyata menjadi daerah paling rawan aksi teror penembakan misterius yang dilakukan OTK. Sepanjang Januari 2014 terjadi empat peristiwa penembakan. Posisi kedua adalah Papua terjadi empat kasus penembakan. Sedangkan di Bogor dan Tangerang terjadi satu kasus penembakan misterius.


Tren teror penembakan misterius ini meningkat tajam di tahun 2013, yakni terjadi 35 kasus. Korbannya, kata Neta, antara lain 5 polisi tewas dan 8 luka, anggota TNI 2 tewas dan Satpam 1 tewas dan 2 luka. Polri tampaknya masih akan kesulitan dalam mengungkap aksi penembakan misterius di tahun 2014 ini.

"Sebab Polri sendiri harus menghadapi masalah yang serius dalam melindungi dirinya sendiri," jelas Neta, Minggu (22/2).

Selain menjadi korban penembakan misterius, selama 15 hari pertama di tahun 2014 ada 1 polisi tewas ditembak, 1 polisi tewas ditusuk, 2 polisi luka-lukan dibacok pelaku kejahatan. Dalam kondisi seperti ini, ungkap Neta, bagaimana polisi bisa melindungi masyarakat?.

"Sepertinya di tahun 2014 ini masyarakat perlu meningkatkan pengamanan dirinya sendiri, dengan pengamanan swakarsa," tandas Neta. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya