Berita

ibas-aliya

Sampai Hari Ini, SBY-Hatta Lupa Indonesia Bukan Kerajaan

KAMIS, 24 NOVEMBER 2011 | 10:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Tangan kanan Cikeas, Sudi Silalahi, membantah ada penggunaan uang negara, bahkan tidak satu sen pun, untuk hajat pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Siti Rubi Aliya Rajasa (Aliya).

Dia juga menegaskan bahwa publik tidak berhak tahu berapa ongkos pernikahan kedua anak pejabat negara itu, karena murni menggunakan uang kantong pribadi.

"Tidak ada satu sen pun dari uang negara. Semua dari dana pribadi Presiden SBY dan Bapak Hatta Rajasa," kata Sudi yang mewakili pihak keluarga, jelang prosesi siraman di Puri Cikeas, Bogor, dua hari lalu.


Hingga hari akad nikah di Istana Negara Cipanas ini, memang pihak keluarga SBY maupun Hatta Rajasa tak sudi transparan kepada rakyat soal jumlah duit yang keluar, asal uang dan peruntukannya. Padahal pengerahan dua Polda, Jawa Barat dan Metro Jaya, serta dua komando daerah militer (Kodam) untuk pengamanan pernikahan, tentu saja mengucurkan kas negara.

"Secara etika dan moral, pejabat negara tidak pantas menyembunyikan harta mereka. Publik harus tahu halal atau haramnya. Nantinya, biar publik yang menilai sendiri jujur atau tidak. Penting sekali SBY dan Hatta mengumumkan (ongkos pernikahan Ibas-Aliya)," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 24/11).

Lain hal bila yang menggelar hajatan itu bukanlah pejabat publik, maka orang banyak tidak perlu tahu berapa uang yang dikeluarkan penyelenggara.

"Kalau dia pengusaha misalnya, kita tidak harus tahu karena mereka bukan pemimpin nasional kita. Kalau pemimpin itu teladan buat kita. Apa dia sederhana atau tidak, uang darimana, harus diketahui publik," lugas Uchok.

Sikap keluarga SBY dan Hatta Rajasa itu mengingatkan Uchok pada kisah pemerintahan raja-raja Nusantara zaman dahulu kala. Apakah SBY dan Hatta masih menempatkan diri mereka sebagai raja-raja, mungkin saja.

"Raja namanya kalau merasa tidak perlu wajib mengumumkan harta dan uangnya kepada rakyat. Tapi kita sudah berbentuk republik, bukan kerajaan kayak Majahapahit atau Sriwijaya," sindirnya.

Sepanjang pihak Istana tidak merilis dengan transparan berapa biaya pernikahan Ibas-Aliya, maka jangan salahkan publik kalau tetap mempercayai data-data yang beredar selama ini, termasuk dari LSM Benteng Demokrasi Rakyat, yang menyebut biaya pernikahan Ibas-Aliya menelan Rp 40 miliar.

"Ya harus dibuktikan dulu oleh mereka (SBY dan Hatta) kalau mau bantah data itu," singkatnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya