Berita

atut/ist

DPRD Puji Komitmen Atut untuk Tangerang

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2011 | 00:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemprov Banten telah membuktikan komitmennya mempercepat pembangunan di Kabupaten Tangerang. Tiga sektor yang menjadi fokus Pemprov Banten, yaitu infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan dan kesehatan berjalan baik.
 
Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Banten, Eli Mulyadi, dalam rilis yang diterima redaksi Kamis malam (8/9).
 
"Dampak positif dari pembenahan infrastruktur jalan adalah berputarnya roda ekonomi, sementara pemenuhan kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas hidup masyarakat," terang Eli yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Tangerang.
 

 
"Gubernur Banten cermat memanfaatkan dana APBD Provinsi untuk membangun jalan kabupaten, kota, maupun provinsi, dan juga piawai melobi pemerintah pusat untuk membangun Banten, contohnya dibangunnya fly over Balaraja, flyover Ciputat, dan fly over jalan Sudirman di Kota Tangerang," tambah politisi Partai Hanura ini.
 
Dikatakan Eli, semakin lengkapnya infrastruktur jalan dan jembatan ini menjadi salah satu daya tarik investor menanamkan uangnya di Provinsi Banten.
 
"Investasi dari sektor industri, perdagangan, dan jasa bisa menyerap banyak tenaga kerja, sehingga pengangguran berkurang, dan angka kemiskinan pun bisa ditekan. Walau masih ada kelemahan, DPRD terus mengawal roda pembangunan," urai Eli.
 
Sedangkan anggota DPRD Provinsi Banten asal Fraksi Golkar M. Taufik menambahkan, Pemprov Banten mengalokasikan dana cukup besar untuk Kabupaten Tangerang. "Sekitar delapan puluh miliar rupiah untuk infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan. Dari dana sebesar itu, sekitar tiga puluh lima miliar rupiah untuk pembangunan jalan," ungkap Taufik.

Jalan yang dibangun Pemprov Banten diantaranya jalan Pontang-Kronjo Rp6 miliar, Legok-Parung Panjang Rp8,7 miliar, dan rehab jalan simpang Bitung 1,9 miliar.
Namun diakui Taufik, masih ada beberapa ruas jalan provinsi di Kabupaten Tangerang dalam kondisi rusak.

"Penyebabnya, selain kontur tanah di Kabupaten Tangerang labil, kendaraan yang melintas muatannya melebihi batas tonase, akibatnya jalan cepat rusak," jelas Taufik.
 
Sementara, kata Taufik, dengan kekuatan dana hanya Rp 350 miliar, Pemrov Banten berkewajiban membangun jalan di 7 kota/kabupaten lainnya. "Idealnya dibutuhkan dana satu triliun rupiah untuk membangun ruas jalan di seluruh Banten," ucap Taufik.
 
Tapi Taufik mengaku bangga terhadap Gubernur Ratu Atut Chosiyah, meski terkendala keterbatasan dana, tidak membuat surut semangat Ratu Atut berinovasi membangun Banten. Taufik mencontohkan keberhasilan Gubernur Atut meyakinkan pemerintah pusat melanjutkan rencana membangun jembatan selat sunda senilai sekitar Rp 100 triliun, membangun waduk Karian, dan mendirikan PLTU di Kabupaten Tangerang.
 
Pembangunan Banten yang pesat inilah yang membuat investor ramai-ramai membangun usaha di Provinsi Banten. Taufik mengutip Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI terkait begitu besarnya investasi yang masuk di Provinsi Banten, baik Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2010, sehingga Provinsi Banten menduduki peringkat ke 4 dari 33 provinsi di Indonesia. "Dengan iklim investasi yang terus meningkat, dipastikan akan menambah pendapatan asli daerah (PAD)," tutur Taufik.

Diperkirakan pada tahun 2012, PAD Provinsi Banten mencapai Rp 3,402 triliun. [dem]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya