Berita

kib ii/ist

Saatnya Menteri-menteri Bermasalah Dikasih Pilihan Tegas

SELASA, 06 SEPTEMBER 2011 | 14:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Beberapa menteri di kabinet SBY-Boediono tersandera kasus hukum anak buahnya. Sebagian lainnya sering mengeluarkan pernyataan kontroversial yang membuat citra SBY ikut merosot.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, meminta Presiden SBY segera mengeluarkan kebijakan tegas terhadap menteri-menterinya yang saat ini pecah konsentrasi akibat kasus hukum di kementeriannya atau mereka yang sering blunder dan merugikan citra pemerintah.

"Para menteri itu jadi terbeban karena mereka konsentrasinya pecah mikirin pelangaran korupsi dan macam-macamnya disamping kemampuan mereka yang pas-pasan," kata Iberamsyah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Selasa (6/9).


Dia juga berpendapat, menteri-menteri yang masih mempertahankan posisinya di teras partai politik lebih besar kemungkinannnya terjerat korupsi.

"Loyalitas mereka antara ke partai dan pengabdian pada pemerintah, tidak jelas. Seharusnya menteri loyalitasnya ke pemerintah saja. Karena mereka masih aktif di partai, membuka peluang permainan anggaran negara untuk disalurkan ke partai," urainya.

Dia mengatakan, sudah saatnya Presiden tegas mengeluarkan kebijakan bahwa para menteri tidak boleh memegang dua jabatan di partai dan di kabinet sekaligus.

"Para menteri harus memilih tetap aktif di partai atau di pemerintahan. Kalau dia masih di partai, berhenti jadi menteri atau kalau tetap di kabinet berhenti dari partai," katanya.

Contoh yang baik, menurut Iberamsyah, pernah dipertontonkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembirng, yang cabut dari jabatan Presiden Partai Keadilan Sejahtera setelah duduk di kabinet. "Itu contoh bagus, tapi tidak diikuti partai lain," imbuhnya.

"Hampir semua menteri terutama dari partai yang kinerjanya tidak baik dan bawahannya terlibat kasus korupsi. Lebih baik para menteri itu dikasih pilihanlah supaya terhormat, jangan lansung dipenalti. ," jelasnya.

Tapi Iberamsyah sendiri pesimis SBY mau melakukan itu karena selama dia menjabat sebenarnya SBY tahu ada kelemahan dalam kabinet terutama menyangkut menteri yang berasal dari partai politik.

"Itulah kelemahan SBY yang melekat. Dia peragu, tersandera partai politik. Lucu, pemenang mutlak pemilu langsung tersandera parpol," terangnya.

Seperti diketahui, beberapa menteri SBY-Boediono diselimuti masalah saat ini. Paling baru adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng (Demokrat) yang bawahannya terlibat kasus korupsi dan jadi tahanan KPK. Sebelumnya ada Menko Perekonomian Hatta Rajasa (Ketum PAN) yang terseret dalam perkara pengadaan kereta api bekas dari Jepang semasa menjabat Menteri Perhubungan.

Sementara ada menteri yang sering berkomentar asal dan "menelan ludah" sendiri seperti Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar (PAN). Menteri Kominfo Tifatul Sembiring (PKS) juga sering disorot tajam karena ucapan-ucapannya yang kontroversial. Begitu pula Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang komentarnya sering menantang "berkelahi" pihak yang berseberangan dengan pemerintah.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya