Berita

PILGUB BANTEN

PDIP Kritik Tebang Pilih Pencopotan Alat Kampanye

RABU, 17 AGUSTUS 2011 | 22:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. DPP PDI Perjuangan mengintruksikan kepada semua kader, struktur, dan fungsionaris PDI Perjuangan untuk mengamankan alat media (spanduk, baliho, stiker) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Ratu Atut-Rano Karno, dan memerintahkan untuk melawan siapa saja yang berani merusak dan mencopotnya.  

Instruksi dan peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Ketua DPD PDI Perjuangan Propinsi Banten, Ribka Tjiptaning.

"Kalau sampai terjadi pengrusakan, sama dengan menginjak-injak dan menghina wibawa, kehormatan, dan harga diri partai PDIP," ujar Ribka Tjiptaning, di sela-sela acara konsolidasi PDIP Kabupaten Pandeglang, Rabu (17/8).


Secara khusus Tjiptaning memberikan penekanan khusus pada perlakuan diskriminatif aparat Pemkot Tangerang. Ketua DPP PDIP ini menghimbau aparat Pemkot untuk tidak bersikap tebang pilih.

"Aparat pemerintah adalah pelayan seluruh masyarakat, harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Jangan bersikap tebang pilih dan berpihak pada salah satu calon," tegasnya.

Ditegaskan Tjiptaning, PDIP akan memperkarakan siapa saja yang berani memperlakukan baliho Atut-Rano secara diskriminatif.

"Ini tidak hanya menyangkut dukungan terhadap pasangan Atut-Rano, tapi menyangkut penghormatan terhadap kebijakan dan garis partai," lontarnya.  

Sebelumnya, pengurus PAC PDIP Kecamatan Batuceper Kota Tangerang dan puluhan massa simpatisan pendukung Atut Chosiyah dan Rano Karno, mendatangi kantor Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Selasa (16/8).

Mereka datang menuntut oknum aparat Kelurahan Batu Jaya agar ditindak tegas. Oknum tersebut disinyalir menurunkan atribut pasangan calon (baliho) milik PDI Perjuangan yang terpasang di depan kantor sekretariat PAC PDIP. Ketua PAC PDIP kecamatan Batuceper, Dahlan, didampingi oleh sekretaris PAC, Muhadi,  menyatakan bahwa aksi aparat tersebut dilakukan Senin (15/8) siang.

Dahlan sangat menyayangkan penurunan atribut milik PDIP yang menurutnya dilakukan oleh oknum kelurahan. Bahkan dia mengklaim memiliki bukti foto  aksi itu lengkap dengan nopol polisi kendaraan sepeda motornya Dia telah menyiapkan surat resmi yang akan dikirim kepada Panwaslu Kota Tangerang dan Gakumdu.

Dijelaskan juga bahwa ia sudah kehilangan atribut sebanyak 10 spanduk dan empat baliho besar hanya dalam kurun waktu dua hari. Padahal titik pemasangan atribut tersebut tidak di wilayah yang melanggar aturan Pilkada.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya