Berita

wilayah papua

Inilah Empat Akar Masalah dan Tiga Elemen Kekuatan Pro-Kemerdekaan Papua

SENIN, 08 AGUSTUS 2011 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Kekerasan di tanah Papua terus meletup. Berbagai bentrokan yang melibatkan aparat maupun warga sipil semakin meluas beberapa waktu terakhir. Sejak Juli ke Agustus, ada delapan peristiwa kekerasan dan bentrok di Papua.

Terakhir, pada 31 Juli lalu terjadi konflik antar warga terkait perebutan kekuasaan politik di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya.

Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online (Senin petang, 8/8) menyatakan, awal Januari 2010 DPR sudah meminta beberapa peneliti termasuk dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, untuk menemukan akar masalah gejolak yang tidak kunjung padam di Papua.


Ada empat poin yang dicatatnya. Pertama, adanya marjinalisasi dan diskriminasi terhadap masyarakat asli Papua yang disebabkan sikap elit dan keputusan politik Jakarta.

Kedua, ada kegagalan pembangunan khususnya di bidang ekonomi masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ketiga, ada perbedaan persepsi tentang sejarah Papua atau Irian antara masyarakat Papua dengan persepsi masyarakat di luar Papua terutama soal Penentuan Pendapat Rakyat 1969 yang disponsori Persatuan Bangsa Bangsa dan Amerika Serikat yang menurut sebagian rakyat Papua tidak sah.

Keempat, ada trauma berkepanjangan sejak 1966 sampai selama Orde Baru berkuasa akibat operasi militer. Dan trauma itu tidak kunjung hilang di era reformasi walau TNI sudah tidak lagi menggelar operasi militer.

Kemudian, TB menjelaskan, dari pengamatannya kekuatan pro kemerdekaan Papua mempunyai tiga elemen kekuatan. Pertama, elemen diplomatik di luar negeri untuk pengaruhi opini publik internasional.

Elemen kedua, elemen politik dalam negeri yang membentuk LSM-LSM atau menggelar demonstrasi menuntut referendum. Dan ketiga, gerakan bersenjata.[ald] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya