Berita

Parpol Tua Jangan Remehkan Tiga Keuntungan SRI Si Kuda Hitam!

SENIN, 08 AGUSTUS 2011 | 14:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Partai Serikat Rakyat Independen harus diakui berhasil "mengguncang" dunia persilatan politik nasional. Bagaimana tidak mengesankan? Tanpa tedeng aling-aling, SRI mengakui kehadirannya semata-mata demi memenangkan mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, dalam pemilihan presiden 2014.

"Nama itu (Sri Mulyani) seksi sekaligus kontroversial di dalam rimba persilatan politik di Indonesia. Ini sebuah strategi pemasaran dan promosi partai yang cerdas," kata tokoh senior Partai Golkar, Zainal Bintang, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Senin, 8/8).

Momentum kekisruhan perpolitikan dewasa ini di Indonesia, menurutnya telah dimanfaatkan secara maksimal oleh para penggagas dan pendukung Partai SRI. Yang dimaksud wartawan senior ini dengan "momentum kekisruhan perpolitikan" ialah ketika sejumlah tokoh teras parpol besar terlibat kasus hukum, seperti korupsi, dan pada saat yang sama, kinerja pemerintahan SBY-Boediono juga terpuruk.


Dalam pengamatannya, kisruh itu membuat masyarakat dilanda frustrasi sosial, terombang-ambing tidak menentu, aklibat sejumlah program kesejahteraan masyarakat terperangkap menjadi sasaran korupsi. Masyarakat melihat, sumber dari keterpurukan tersebut adalah pada “bobroknya” ahlak mayoritas elite bangsa yang berakar pada parpol.

"Nah, situasi kisruh itu yang membuat masyarakat merindukan perubahan, memerlukan tokoh-tokoh baru yang segar dan otomatis berkemungkinan hanya akan diperoleh melalui parpol baru," ujar Bintang.

SRI adalah satu-satunya parpol yang punya keberanian menyebut nama Capres. Dan inilah yang membedakan SRI dengan parpol baru maupun parpol tua. Bahwa disana sini masih banyak kendala yang harus dihadapi SRI itu soal kedua. Yang penting SRI telah memutuskan loncat duluan.

Masih menurut Bintang, keutungan nyata yang diperoleh SRI dari kepiawaian sistem promosi dan pemasaran yang terbilang "berani" itu, paling tidak ada tiga hal.

Pertama, berhasil menyentak masyarakat politik tentang adanya pendatang baru yang potensial. Mestinya parpol besar (lama) segera melakukan konsolidasi internal untuk memelihara konstituen mereka yang berpotensi bermigrasi ke parpol lain yang lebih segar.

Kedua, masyarakat luas seakan diberi oksigen untuk mengurangi kepengapan dunia politik Indonesia yang sedang carut marut. Dan yang ketiga, tuntutan ke arah perubahan  yang lebih cepat lebih baik bisa dilakukan.

"Intinya, parpol besar (lama) harus mawas diri. Mereka harus segera berbenah diri, memelihara soliditas internal dan jangan memandang remeh pendatang baru tapi tegas," tandas Bintang.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya