Berita

abdullah hehamahua/ist

Komite Etik Jangan Legitimasi Kasak-Kusuk Parpol Berkuasa

SENIN, 08 AGUSTUS 2011 | 11:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, pernah meminta petinggi KPK untuk tidak melakukan kegiatan yang membuka peluang lobi kasus yang ditangani KPK. Bahkan, secara spesifik dia melarang para petinggi KPK bermain golf karena di lapangan golf sangat rawan terjadi lobi kasus.

Tapi, pernyataan positif itu seolah buyar ketika pria yang kerap berkopiah itu baru-baru ini mengeluarkan pernyataan prematur yang membela bekas Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja soal kasus pertemuannya dengan Muhammad Nazaruddin yang sejak 30 Juni jadi tersangka kasus suap Sesmenpora dalam pembangunan Wisma Atlet, Palembang. Menurut Abdullah, Ade tidak salah karena saat itu Nazaruddin masih anggota DPR.

"Kalau bermain golf  yang dilakukan di tempat terbuka saja dilarang, mengapa
makan siang ditempat yang eksklusif justru dimaklumi dan tidak dianggap

makan siang ditempat yang eksklusif justru dimaklumi dan tidak dianggap
salah. Ini benar-benar sebuah ironi," ujar Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, dalam pernyataan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Senin (8/8).

Dalam situasi ini, rakyat akhirnya hanya bisa berharap pada unsur non-KPK yang
ada di dalam Komite Etik karena unsur internal KPK di Komite Etik dinilai sudah punya kesimpulan sebelum bekerja. Dia berharap, Komite Etik tidak hanya jadi alat untuk melegitimasi pertemuan antara Ade Raharja dengan Nazaruddin beserta petinggi Demokrat lainnya.

"Jika pertemuan tersebut dilegitimasi dan dibenarkan oleh Komite Etik, maka di masa yang akan datang pimpinan KPK akan dengan mudah melakukan petemuan dengan politisi partai berkuasa dan tidak tertutup kemungkinan terjadi jual beli perkara," jelasnya.

Dia tambahkan, Komite Etik harus sadar bahwa nasib kredibilitas KPK di mata masyarakat sangat tergantung pada hasil kerja mereka. Jika hasil kerja Komite Etik mengecewakan masyarakat maka kredibilitas KPK yang susah payah dibangun selama ini akan hancur berkeping-keping.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya