Berita

Eks Wakil Ketua DPR: Seandainya Marzuki Pikirkan Bagaimana Membubarkan DPD

SELASA, 02 AGUSTUS 2011 | 10:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Daripada melontarkan wacana pembubaran KPK dan pemaafan koruptor, lebih baik Ketua DPR, Marzuki Alie, memikirkan bagaimana nasib Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ke depan.

"Marzuki Alie lebih baik menarik pernyataannya soal pembubaran KPK dan pemaafan koruptor dan segera meminta maaf pada rakyat Indonesia. Selanjutnya, Saudara Marzuki Alie akan lebih punya manfaat dengan memikirkan apakah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk diteruskan keberadaannya ataukah harus dibubarkan," terang mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Maarif, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 2/8).

Dia menjelaskan, DPD sampai saat ini telah berjalan tujuh tahun, namun kecil sekali fungsi yang bermanfaat bagi rakyat.


"Peran dan fungsinya tidak lebih besar dari LSM, semisal ICW atapun Maarif Institute. Berdasar kajian yang saya lakukan, DPD RI merupakan satu-satunya lembaga perwakilan yang paling tidak efektif di seluruh dunia," jelasnya.

Padahal, lanjut Zainal, untuk gaji, akomodasi, dan transportasi anggota saja, per tahun menghabiskan kira-kira sekitar Rp 134 miliar. Belum lagi biaya operasional mereka. Dan terkesan anggota DPD seperti memakan gaji buta.

"Untuk itu, Marzuki Alie sebagai Ketua DPR sekaligus sebagai Dewan Pembina Demokrat merupakan seorang yang paling dekat dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden RI, punya daya dorong yang lebih untuk terlaksananya sidang umum MPR," terangnya.

Yang diagendakan dalam SU MPR itu, saran mantan politisi Partai Bintang Reformasi dan Partai Demokrat ini, adalah meluruskan hal-hal yang kurang tepat saat pelaksanaan amandemen UUD 1945, seperti eksistensi DPD RI untuk dilanjutkan dengan pemberian-pemberian peran dan fungsi sebagaimana layaknya DPD ataukah akan dibubarkan. Karena memang peran dan fungsi DPD di Indonesia saat ini dan ke depan tidak diperlukan.

"Kalau demikian, maka dalam pemilu tahun 2014 rakyat sudah tidak perlu lagi memilih anggota DPD. Langkah seperti itulah yang punya nilai sejarah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," tutupnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya