Dikutip dari CNBC International, Rabu 30 Agustus 2026, Samsung Electronics menyetor dana sebesar 500 juta dolar AS. Sementara itu, sisa investasi berasal dari anak usaha lainnya, yakni Samsung C&T, Samsung SDS, Samsung SDI, Samsung Life Insurance, serta Samsung Fire & Marine Insurance.
Investasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi fondasi pengembangan AI, mulai dari pusat data berskala besar hingga fasilitas pembangkit listrik dan jaringan serat optik.
Helix Digital Infrastructure diluncurkan pada Juni 2026 oleh perusahaan investasi global KKR. Perusahaan ini berfokus membangun infrastruktur guna memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi AI, termasuk pusat data hyperscale, pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, serta infrastruktur serat optik.
Samsung menyatakan, penanaman modal ini akan membantu mempercepat peluncuran pusat data AI secara global bersama Helix, sekaligus memperdalam kerja sama dengan pihak-pihak yang terlibat.
Langkah ini juga membuka ruang bagi Samsung untuk mengoptimalkan keahlian dari berbagai anak usahanya, mulai dari bidang semikonduktor, sistem pendingin, pembangunan pusat data, hingga teknologi baterai.
Helix saat ini dipimpin oleh Adam Selipsky, mantan CEO Amazon Web Services (AWS). Selain KKR dan Nvidia, Otoritas Investasi Kuwait serta perusahaan energi asal Amerika Serikat, Vistra, turut bertindak sebagai investor pendiri.
Menurut KKR, suntikan modal terbaru ini mendongkrak total dana yang telah dikucurkan ke Helix hingga melampaui 10 miliar dolar AS. KKR sendiri tercatat telah menanamkan lebih dari 75 miliar dolar AS di sektor infrastruktur digital dan energi secara global, termasuk sekitar 9 miliar dolar AS di Korea Selatan sejak 2009.
BERITA TERKAIT: