Menjawab kebutuhan itu, TikTok memperkuat program literasi AI melalui pengembangan materi edukasi, kemitraan dengan para ahli, serta peningkatan transparansi terhadap konten buatan AI.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, TikTok menghadirkan pusat edukasi baru di dalam aplikasi yang memudahkan pengguna mempelajari cara mengenali konten hasil AI sekaligus memahami pemanfaatan teknologi tersebut secara aman dan kreatif.
Platform ini juga menggandeng organisasi dan pakar seperti NAMLE, Henry Ajder, NoFiltr, serta Raspberry Pi Foundation untuk menyusun panduan dan menghadirkan konten literasi AI bagi masyarakat.
Sejak program literasi AI diluncurkan pada November 2025, berbagai organisasi mitra telah menghasilkan konten edukatif yang meraih lebih dari 200 juta tayangan. TikTok juga telah menginvestasikan lebih dari 4 juta dolar AS untuk memperluas jangkauan program tersebut.
AI Lead Global Public Policy TikTok, Tom Varghese, mengatakan perusahaan ingin memastikan setiap pengguna memiliki pemahaman, kepercayaan diri, dan kendali dalam berinteraksi dengan teknologi AI di platform.
"Kami terus berinvestasi dalam teknologi, kemitraan, dan materi edukasi yang membantu masyarakat mengenali konten buatan AI, memahami bagaimana konten tersebut dibuat, serta menggunakan berbagai alat ini secara kreatif dan bertanggung jawab," ujar Tom Varghese, dalam pernyataannya di situs resmi TikTok Indonesia, yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.
Selain memperkuat edukasi, TikTok juga meningkatkan upaya menjaga kualitas platform dengan menguji sistem deteksi yang lebih canggih untuk mengidentifikasi konten spam berbasis AI, khususnya pada topik-topik sensitif seperti politik, kesehatan, dan keuangan.
Di sisi lain, TikTok terus memperluas penggunaan teknologi pelabelan konten AI melalui standar Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).
Hingga saat ini, lebih dari 3 miliar video telah diberi label sebagai konten buatan AI guna membantu pengguna mengenali asal-usul konten yang mereka konsumsi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: