Jejak kecintaan Gus Salam terhadap Timnas Argentina juga mudah ditemukan di akun media sosialnya. Berbagai foto dan unggahan story memperlihatkan dirinya kerap mengenakan kaus hingga mengoleksi berbagai merchandise La Albiceleste. Dukungan itu pun berbuah manis setelah Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Inggris 2-1 di babak semifinal.
“Ulumu al-dien (ilmu-ilmu agama) itu penting, tapi kesehatan badan juga penting. Agar sehat dan kuat mengaji, sekaligus kuat mengurus pondok dan NU," kata Gus Salam, Kamis, 16 Juli 2026.
Di balik kesibukannya menghadiri forum-forum keulamaan, Gus Salam rupanya memiliki hobi yang tak pernah ditinggalkan, yakni sepak bola. Hal itu diungkapkan Kiai Ahmad Samsul Rijal (Gus Rijal), Katib PCNU Jombang periode 2017-2022.
"Beliau hobi, pecinta sepak bola sejati. Kemarin, Sabtu, 11 Juli 2026, di tengah Bahtsul Masail FMPP ke-45 se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur'an (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Malang, asuhan KH Abdul Mun'im Syadzili, Gus Salam masih menyempatkan diri nonton bareng laga besar Spanyol melawan Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026," tutur Gus Rijal.
Antusiasme berlanjut keesokan harinya, seusai salat Subuh, Gus Salam kembali mengajak para kiai muda peserta Bahtsul Masail menggelar nonton bareng laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia.
Menurut Gus Rijal, suasana nobar itu berlangsung meriah. Gus Salam bersama para kiai muda larut dalam jalannya pertandingan, bahkan tak segan melontarkan komentar-komentar seru terhadap aksi para pemain di lapangan.
"Nah, kalau sudah nonton bareng kiai-kiai muda pesantren, ekspresinya heboh. Isi kitab dalam bahtsu kalah fasih dikomentari saat mengekspresikan para bintang sepakbola,” sambungnya.
Gus Salam mengaku mulai jatuh cinta dengan Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko. Terutama saat sang legendaris Maradona dan kawan-kawan mengangkat trofi juara piala dunia untuk kedua kalinya.
“Dari 1986 sampai sekarang, tetap Argentina. Ini soal istiqomah,” candanya.
Bagi Gus Salam, mendukung satu tim sepak bola sejak muda bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk kesetiaan dan konsistensi. Nilai-nilai itu yang juga tercermin dalam pengabdian Gus Salam di Nahdlatul Ulama dan pesantren.
Gus Salam juga dikenal sangat disiplin dalam menjaga rutinitas. Saat masih aktif di PWNU, setiap Selasa selalu dijadwalkan untuk rapat. Kini, meski tidak lagi di PWNU, hari Selasa tetap diisi dengan pertemuan bersama kolega, jejaring pesantren, atau bahkan bermain mini soccer maupun futsal.
Kecintaan Gus Salam terhadap La Albiceleste bukan tanpa alasan. Dia pernah menyaksikan langsung gol spektakuler Lionel Messi saat Argentina menghadapi Meksiko pada fase grup Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, 26 November 2022.
Turnamen itu pun berakhir manis bagi tim favoritnya setelah Argentina keluar sebagai juara dunia usai mengalahkan Prancis melalui adu penalti 4-2, menyusul hasil imbang 3-3 hingga babak perpanjangan waktu.
“La albiceleste, si putih-biru langit, skuad tango pasti juara lagi pada piala dunia 2026. Saya kan pakek kaos putih bergaris biru langit, ya optimis menang lah,” celetuk Gus Salam, tersenyum lebar.
BERITA TERKAIT: