Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 30 Oktober 2026, 20:30 WIB
Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)
Kecil Besar
rmol news logo Tiga siswa korban dugaan penganiayaan di asrama Sekolah Rakyat Jember, Jawa Timur, telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah sempat mengalami syok akibat peristiwa kekerasan tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, ketiga siswa tersebut telah menunjukkan perkembangan positif dan bersedia kembali bersekolah setelah diberikan waktu untuk beristirahat serta menenangkan diri.

"Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi. Waktu itu sempat katakanlah mungkin syok atau masih apa. Dia sempat kita beri kesempatan untuk rileks dulu," kata Gus Ipul kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Meski telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, pemulihan para korban masih mendapat perhatian. Gus Ipul menyebut pendampingan terhadap ketiga siswa tersebut tetap dilakukan bersama orang tua masing-masing.

"Nah, orang tuanya juga kita dampingi, kita ajak diskusi terus," ujarnya.

Gus Ipul juga mengaku telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Pertahanan (Unhan) terkait dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswa magang dari institusi tersebut. Komunikasi itu diharapkan menghasilkan solusi sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita cari solusi yang terbaik dan tentu yang paling penting, ini menjadi pelajaran untuk tidak terulang lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, tiga siswa kelas 1 SMA Sekolah Rakyat menjadi korban dugaan penganiayaan pada Minggu malam, 18 Oktober 2026. Kekerasan tersebut diduga melibatkan mahasiswa magang dari Unhan.

Peristiwa bermula ketika seorang siswa diketahui merokok dan kemudian mendapat tindakan kekerasan yang disebut sebagai bentuk pendisiplinan. Dua siswa lainnya yang tidak merokok turut menjadi korban setelah meminta agar siswa pertama tidak ditempeleng.

Salah satu korban berinisial P bahkan harus dilarikan ke Puskesmas Ajung karena mengalami sesak napas dan lebam di bagian bahu depan kiri.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Jember dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA