Informasi sebaran asap karhutla penting diketahui untuk memantau kondisi lingkungan dan potensi penurunan kualitas udara, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan meluas hingga mendekati permukiman. BMKG menyediakan informasi meteorologi dan citra satelit, sedangkan NASA melalui layanan Fire Information for Resource Management System (FIRMS) menyajikan data kebakaran aktif berdasarkan pengamatan satelit.
Lantas, bagaimana cara melihat peta sebaran asap karhutla melalui website BMKG dan NASA FIRMS? Berikut langkah-langkah untuk memantau titik panas, aktivitas kebakaran hutan, dan indikasi sebaran asap melalui layanan satelit.
Cara Cek Sebaran Asap Karhutla
Masyarakat dapat memanfaatkan website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta layanan NASA FIRMS untuk memperoleh informasi terkait kebakaran hutan dan lahan. Kedua layanan tersebut memiliki fungsi berbeda sehingga perlu digunakan sesuai jenis data yang ingin diketahui.
1. Melalui Website BMKG
Website BMKG menyediakan informasi cuaca, kondisi atmosfer, dan pemantauan terkait kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat dapat memeriksa ketersediaan citra satelit untuk mengetahui indikasi sebaran asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Berikut cara cek sebaran asap karhutla melalui website BMKG:
- Buka website resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/.
- Cari menu atau layanan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.
- Jika tersedia, buka fitur Citra Sebaran Asap atau informasi pemantauan karhutla.
- Perhatikan citra satelit yang ditampilkan untuk mengidentifikasi indikasi sebaran asap di wilayah yang dipantau.
- Periksa waktu pengamatan dan keterangan pada citra agar informasi yang diperoleh sesuai dengan periode pemantauan.
Susunan menu dan ketersediaan fitur pada website BMKG dapat berubah sewaktu-waktu. Jika menu Citra Sebaran Asap tidak ditemukan, masyarakat dapat memeriksa kanal resmi BMKG lainnya untuk mencari informasi citra satelit, titik panas, dan perkembangan karhutla.
2. Melalui Website NASA FIRMS
Selain BMKG, masyarakat dapat memanfaatkan NASA FIRMS untuk memantau titik kebakaran aktif di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Layanan ini menyediakan data kebakaran berdasarkan pengamatan satelit yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi aktivitas kebakaran hutan dan lahan.
Berikut langkah-langkah cek titik panas karhutla melalui NASA FIRMS:
- Buka website resmi NASA FIRMS di https://firms.modaps.eosdis.nasa.gov/.
- Akses peta interaktif yang tersedia pada layanan tersebut.
- Pilih lapisan data kebakaran aktif, seperti MODIS atau VIIRS, sesuai kebutuhan.
- Perhatikan titik-titik yang ditampilkan pada peta untuk mengetahui lokasi indikasi kebakaran aktif.
- Sesuaikan wilayah pemantauan dengan lokasi yang ingin diperiksa, kemudian perhatikan waktu pengamatan dan keterangan data.
Data MODIS dan VIIRS dapat membantu masyarakat memantau titik panas karhutla berdasarkan deteksi satelit. Namun, titik panas tidak selalu berarti kebakaran hutan yang telah terkonfirmasi karena objek panas lain juga dapat terdeteksi oleh sensor satelit.
Untuk melihat indikasi sebaran asap, pengguna dapat memeriksa citra satelit dengan tampilan warna alami (true color) apabila tersedia. Asap terkadang terlihat sebagai lapisan tipis di atmosfer, tetapi tidak selalu mudah dibedakan dari awan, kabut, atau kondisi atmosfer lainnya.
BERITA TERKAIT: