Lewat Festival Komik Polisi Penolong, Baharkam Ajak Publik Aktif Kritik Kinerja Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Minggu, 18 Januari 2026, 14:19 WIB
Lewat Festival Komik Polisi Penolong, Baharkam Ajak Publik Aktif Kritik Kinerja Polri
Kepala Baharkam Polri, Komjen Karyoto saat hadiri Festival Komik Polisi Penolong 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Minggu, 18 Januari 2026. (Foto: Baharkam Polr)i
rmol news logo Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menyelenggarakan Festival Komik Polisi Penolong 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Minggu, 18 Januari 2026.

Kepala Baharkam Polri, Komjen Karyoto menjelaskan bahwa kegiatan ini jadi wadah partisipasi masyarakat dalam menyampaikan masukan dan harapan terhadap kinerja Polri melalui media kreatif berupa komik dan karikatur.

“Kami dari Baharkam, sejak beberapa bulan lalu ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” ujar Komjen Karyoto.

Lewat komik dan karikatur, lanjut Karyoto menikai ini sebagai media yang mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas namun konstruktif, khususnya dalam menyongsong tahun 2026.

“Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan. Oleh karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai Polisi Penolong,” jelasnya.

Lewat komik itulah, Polri tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi.

Serta mengajak masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” tegas Karyoto.

Dalam Festival Komik Polisi Penolong 2025 melibatkan tiga dewan juri, yakni seniman dan komikus Jam Praba, komikus digital nasional Wahyu Aditya, serta inisiator Lomba Komik Polisi Penolong Hasby Ristama. 

Nantinya, dari ratusan karya yang masuk, dewan juri menyeleksi sebanyak 500 karya terbaik.

Hasil penilaian menetapkan Nana Naung sebagai juara pertama melalui komik yang menggambarkan peran Polri dalam membantu korban bencana mencari anggota keluarga yang terpisah. 

Lalu, juara kedua diraih M. Fuad Azhar B dengan karya bertema anggota polisi yang menolong siswa menuju sekolah di wilayah terluar. Terakhir, juara ketiga diraih Musrifah Medkom yang menampilkan kesigapan polisi membantu seorang lansia di jalan raya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA