Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kombes Reonald Simanjuntak, mengatakan bahwa barang bukti tersebut diserahkan saat pelapor membuat laporan polisi.
“Untuk barang bukti yang diberikan kepada rekan-rekan penyelidik pada saat yang bersangkutan membuat laporan, yaitu satu buah diska lepas (flashdisk) yang berisi rekaman pernyataan-pernyataan tersebut,” kata Reonald saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 9 Januari 2026.
Selain flashdisk, penyidik juga menerima satu lembar kertas hasil cetak cuplikan layar (screen capture) serta satu lembar dokumen surat rilis aksi.
“Jadi ada tiga barang bukti yang diberikan kepada penyelidik. Selanjutnya perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Kami tegaskan, proses penyelidikan,” ujar Reonald.
Reonald menambahkan, hingga saat ini belum ada saksi yang diperiksa.
“Penyidik sedang menyusun rencana penyelidikan. Jika ada laporan polisi, langkah selanjutnya adalah membuat rencana penyelidikan,” katanya.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah dengan nomor laporan LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menjelaskan bahwa laporan itu berkaitan dengan materi special show komedi tunggal Pandji bertajuk Mens Rea yang kini dapat diakses publik melalui layanan streaming Netflix.
Menurut Rizki, materi komedi Pandji dinilai provokatif karena menyinggung organisasi NU dan Muhammadiyah serta cenderung mencemarkan nama baik organisasi.
Tayangan Mens Rea di Netflix berdurasi 2 jam 24 menit, termasuk penampilan komika Ben Dhanio dan Dany Beler sebagai opener. Special show tersebut digelar di Indonesia Arena pada 30 Agustus 2025 dengan tiket berbayar, sebelum akhirnya tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.
Dalam salah satu materinya, Pandji menyinggung soal politik balas budi dan konsesi tambang untuk organisasi kemasyarakatan, termasuk NU dan Muhammadiyah.
“Ada yang ngerti politik balas budi? ‘Gua kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gua sesuatu lagi’. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?” ujar Pandji dalam special show-nya.
“Karena diminta suaranya, ‘gua kasih sesuatu, lo suka’. Happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan, biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak,” tambah Pandji.
BERITA TERKAIT: