Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dapat Sertifikat CSFA dari BPK, Kapolri Ingin Personel Miliki Kemampuan Auditor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Selasa, 18 Januari 2022, 16:39 WIB
Dapat Sertifikat CSFA dari BPK, Kapolri Ingin Personel Miliki Kemampuan Auditor
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menerima Certified State Finance Auditor (CSFA) dari Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono/Ist
rmol news logo Saat menerima Sertifikasi profesi Certified State Finance Auditor (CSFA) dari BPK, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kemampuan audit bagi perwira menengah dan perwira pertama di Polri.

Mengingat, lanjut Kapolri, kemampuan itu sangat diperlukan dalam menangani suatu perkara yang menyangkut permasalahan kerugian negara maupun kerugian daerah.

"Pada prinsipnya anggota kami diberikan kemampuan sebagai auditor, maka kami kemudian nanti menjadi paham dan kami membutuhkan itu saat ada supervisi," kata Sigit saat menerima audiensi BPK di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/1).

Untuk itu, Sigit meminta BPK untuk menyelenggarakan pelatihan terkait kemampuan audit kepada para personel Polri. Sehingga, kata Sigit, seluruh jajaran Korps Bhayangkara bisa mengidentifikasi sejak dini dalam proses penegakan hukum.

"Kita penting sekali memahami bagaimana cara kita bisa mengaudit, dengan begitu kita bisa memberikan warning untuk ke dalamnya," ujar Sigit.

Pihak BPK dalam audiensi ini juga memberikan sertifikat profesi Certified State Finance Auditor (CSFA) ke Kapolri. Sertifikat CSFA ini merupakan sertifikat profesi bagi para pemeriksa keuangan negara, sehingga profesionalisme para pemeriksa keuangan negara ditandai dengan pemberian sertifikat profesi pemeriksa keuangan negara.

"Kedatangan kami kesini ingin menyerahkan sertifikat CSFA kepada Bapak Kapolri," kata Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono.

Agus menuturkan, tujuan dari sertifikasi profesi CSFA yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi seorang pemeriksa keuangan negara, serta menjadi persyaratan untuk menandatangani Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Negara, yang meliputi pemeriksaan Laporan Keuangan (LK), pemeriksaan kinerja, dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT).

Sementara itu Ketua Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN) Bahrullah Akbar mengatakan, sertifikat CSFA ini adalah tindak lanjut UU ASN agar pemeriksa keuangan negara memiliki sertifikat.

"Terkait dengan pemeriksaan keuangan negara, terutama APH, KPK harus ada penyamaan persepsi dengan BPK. Kedepan diharapkan kita punya persamaan persepsi bagaimana BPK melakukan pemeriksaan khususnya Irwasum terkait dengan audit," tutur Bahrullah.rmol news logo article
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA