Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Tiga Korban Tak Teridentifikasi, Polri Pastikan Hak Keluarganya Terpenuhi

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono/Net

Tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 tidak dapat teridentifikasi, setelah seluruh rangkaian proses identifikasi resmi ditutup oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Meski demikian, hak setiap keluarga korban akan tetap terpenuhi.

"Saya rasa sudah dapat hak semua itu, tadi sudah dijelaskan oleh pihak manajemen Sriwijaya, bahwa Sriwijaya pun akan memberikan hak-hak daripada korban ini. Saya rasa akan diberikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/3).

Rusdi menyampaikan, pihak keluarga dari tiga jenazah korban Sriwijaya Air yang tidak teridentifikasi telah mengetahui kabar tersebut. Tim DVI Polri sendiri telah berupaya maksimal demi mengidentifikasi seluruh korban.

"Pada tanggal 2 Maret ini kita berhasil 59 yang teridentifikasi, lebih kurang 95 persen. Yang belum teridentifikasi kita beri tahu, dan keluarga pun memaklumi. Kita sudah maksimal bekerja, Tim DVI," jelas Rusdi.

Kapusdokes Polri Brigjen Rusdianto mengabarkan bahwa proses identifikasi korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan telah ditutup. Sejak operasi kemanusiaan Sriwijaya sejak 9 Januari sampai dengan 2 Maret 2021 telah datang 111 pelapor terkait korban sebanyak 62 orang. Petugas juga mengambil sebanyak 172 sampel DNA.

"Adapun DNA telah dilakukan pemeriksaan sejumlah 744 sampel terdiri dari sampel antemortem sejumlah 174 sampel dan sampel postmortem sejumlah 570 sampel," jelas dia.

Untuk korban yang berhasil diidentifikasi sendiri berjumlah 59 jenazah terdiri dari 30 laki-laki dan 29 perempuan dengan persentase kecocokan 95,2 persen.

"Adapun tiga orang yang dilaporkan sebagai penumpang SJ 182 penerbangan Jakarta-Pontianak atas nama Panca Widya, perempuan umur 46 tahun, kedua Dania, anak perempuan usia 2 tahun, dan ketiga Artana, bayi laki-laki umur tujuh bulan, hingga akhir operasi ini belum dapat dinyatakan teridentifikasi karena belum ada sampel yang dijadikan sebagai pembanding," beber Rusdianto.

EDITOR: IDHAM ANHARI

Artikel Lainnya

Jadi Polisi Ramah Anak, Kapolres Metro Lampung Raih Kak Seto Award

Jadi Polisi Ramah Anak, Kapolr..

Minggu, 18 April 2021
Dua Tawuran Terjadi Di Penjaringan Selama Ramadhan, Polisi Rutinkan Patroli

Dua Tawuran Terjadi Di Penjari..

Sabtu, 17 April 2021
Ditangkap, Penganiaya Perawat Di RS Siloam Palembang Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan

Ditangkap, Penganiaya Perawat ..

Sabtu, 17 April 2021
Pencurian Dengan Kekerasan Berkedok Anggota Polisi Diungkap

Pencurian Dengan Kekerasan Ber..

Sabtu, 17 April 2021
Terima Penghargaan Menteri PPPA, Polda NTB: Berkat Kerja Kolektif

Terima Penghargaan Menteri PPP..

Jumat, 16 April 2021
Lewat Operasi Keselamatan, Korlantas Polri Sosialisasikan Peniadaan Mudik

Lewat Operasi Keselamatan, Kor..

Jumat, 16 April 2021
Penganiaya Perawat Siloam Bukan Polisi, Kapolda Sumsel: Cuma Ngaku-ngaku

Penganiaya Perawat Siloam Buka..

Jumat, 16 April 2021
329 Konten Kena Semprit Virtual Police, Paling Banyak Di Twitter

329 Konten Kena Semprit Virtua..

Jumat, 16 April 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia