Banjir Jakarta Surut Satu Hari Karena Kritikan Disikapi Dengan Elegan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bicara di hadapan wartawan usai mengunjungi pengungsi di GOR Otista, Jakarta Timur/RMOL

Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota kemarin menunjukan bahwa meski pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta sudah siaga mengantisipasi, bencana tersebut masih tak terelakkan.

Publik yang pada dasarnya susah puas dengan kinerja pemerintah pun menjadikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kambing hitam lantaran dinilai gagal menghempas bencana 'langganan' yang kerap mampir di Jakarta.

Jagat media sosial ramai dengan kritikan dari publik, tak terkecuali dari politikus-politikus yang berseberangan pandangan dengan Anies, ikut dalam barisan publik yang kecewa.

Banjir menjadi senjata andalan mereka mengkritik, bencana yang terjadi ditujukan kepada satu orang, yakni Anies Baswedan.

Padahal bila ditelaah, tidak sepenuhnya banjir yang terjadi karena Anies gagal dalam bekerja, ada beberapa faktor lain, lebih kompleks, yang sebabkan banjir masih menjadi momok untuk Ibu Kota.

Meski demikian, momen banjir dan kritikan yang bertubi-tubi, bahkan disertai cacian kepada Anies dapat dijadikan pelajaran bersama.

Kritikan yang disikapi dengan tenang, didengar dan dilihat sebagai suatu masukan akan menjadi suplemen untuk pemerintahan, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta untuk lebih memacu kinerja jajaran agar dahaga kepuasan publik bisa terpenuhi.

Anies sebagai Gubernur sudah tepat dalam menyikapi kritikan, tidak ada pembelaan yang tidak masuk akal, tidak ada alasan yang dibuat-buat menyikapi bencana banjir.
Ia dan anak buah memilih bekerja, memacu jajaran pempov, berkolaborasi dengan pihak terkait agar bencana bisa segera diatasi cepat, tepat.

Kritikan dijadikan kayu bakarnya agak api semangat dalam mengatasi bencana membara, yang ujung warga mendapat bantuan, layanan dan tanggung jawab dari pemerintah.

Jajaran bekerja, hingga larut malam di lokasi, memetakan permasalahan, mencari solusi tepat cepat agar bencana bisa segera diatasi, dampaknya bisa diminimalisir dan warga terdampak mendapat bantuan yang cukup.

Saat pejabat yang demokratis dan dewasa dalam berpolitik memimpin, maka tidak boleh ada pengkritik yang dikriminalkan, karena memang sejatinya kritikan, luapan kekecewaan publik adalah bagian dari demokrasi.

Sepertinya Anies paham betul bagaimana demokrasi bekerja, dan bagaimana menanggulangi bencana dengan cepat dan tepat, sehingga dalam tempo satu hari, banjir sudah surut 100 persen.

Pejabat jangan terlena dengan puja-puji, sejatinya bila ingin selalu bekerja dalam performa terbaik, seseorang harus terus dieveluasi, dalam hal ini, kritikan warga akan menjadi bahan bakar agar kinerja bisa selalu terjaga.
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Novel Baswedan, Seperti Buruk Muka Cermin Dibelah
Suluh

Novel Baswedan, Seperti Buru..

12 Mei 2021 23:41
Kerumunan Tanah Abang Bukan Hanya Salah Anies Baswedan
Suluh

Kerumunan Tanah Abang Bukan ..

04 Mei 2021 00:44
Kasus Paul Zhang Harus Jadi Pembuktian Polri Sudah Berada di Level Internasional
Suluh

Kasus Paul Zhang Harus Jadi ..

22 April 2021 23:38
Semua Skenario Berubah Jika Prabowo Dan Jokowi Dorong Anies Baswedan
Suluh

Semua Skenario Berubah Jika ..

17 April 2021 10:31
Vaksin Nusantara, Antara Nasionalisme dan Uji Klinik
Suluh

Vaksin Nusantara, Antara Nas..

15 April 2021 23:41
Kemenristek Memikul Masa Depan Bangsa, Tapi Pasukannya Tak Bersenjata Lengkap
Suluh

Kemenristek Memikul Masa Dep..

12 April 2021 09:46
Ngotot Ketum Demokrat, Moeldoko Sudah Berani Lawan Jokowi?
Suluh

Ngotot Ketum Demokrat, Moeld..

08 April 2021 19:35
Capres Istana Non PDIP, Jokowi Berpeluang Dorong Orang Dekat, Ini Daftarnya
Suluh

Capres Istana Non PDIP, Joko..

06 April 2021 17:47