Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven

Ilustrasi Beethoven/Net

GEGARA Corona, maka penyelenggaraan Olimpiade ditunda. Penyelenggaraan konser rekor dunia pianis Indonesia Michael Anthony mempergelar konserto piano Tchaikowski diiringi orkes konservatorium Tchaikowski di teater Tchaikowski Moskow terpaksa juga ditunda.

Perayaan


Pada tahun 1976 di Jerman, saya sempat mempergelar beberapa mahakarya Ludwig van Beethoven dalam rangka ikut merayakan 200 tahun sang mahapujangga seni- musik sakti mandraguna dilahirkan bunda di Bonn. Tak terasa 50 tahun telah berlalu.

Pada tahun 2020 perayaan tahun kelahiran LVB kebetulan bertabrakan dengan pagebluk virus Corona melanda dunia. Namun perayaan 250 tahun Ludwig van Beethoven tidak ditunda namun dimodifikasi cara merayakannya. Gegara Corona, maka pergelaran konser-konser merayakan 250 tahun LVB secara ragawi di panggung disaksikan secara langsung ragawi oleh penonton diubah menjadi pergelaran online dengan dukungan teknologi telekomunikasi termutakhir.

Terutama simfoni nomor IX gotong-royong dipergelar oleh para pemusik orkestra serta dinyanyikan oleh penyanyi paduan suara dari ruang karantina di rumah masing-masing.

Demikian pula resital piano tunggal oleh para pianis yang membanting tulang, merentang otot, memeras keringat, air mata dan darah menampilkan 32 mahakarya sonata pianoforte Beethoven secara daring dari apartemen pribadi masing-masing.

Sembilan mahasimfoni Beethoven ditampilkan bukan di gedung kesenian disaksikan oleh ribuan penonton namun secara virtual disaksikan oleh jutaan penonton lewat YouTube di rumah masing-masing. 16 mahakarya kuartet gesek Beethoven yang dianggap sebagai puncak peradaban musik-kamar memang bisa ditampilkan secara live namun ke empat pemusik tetap menggunakan masker.

Mutu


Tidak semua pencinta musik menyukai pergelaran konser secara daring akibat daya teknologi virtual yang masih penuh kekurangan maka mengurangi bahkan potensial merusak mutu estetikal pergelaran seni musik abadi yang pada hakikatnya memang rapuh.

Maka tidak sedikit rencana pergelaran konser merayakan 250 tahun kelahiran Ludwig van Beethoven yang memang dilahirkan di Bonn namun tidak jelas pada tanggal berapa , terpaksa ditunda apalagi ketika gelombang ke dua wabah Corona menerpa dunia di akhir tahun 2020.

Yang dapat dipastikan hanya tanggal pembabtisan bayi bernama Ludwig van Beethoven adalah tanggal 12 Desember maka dapat dipastikan sang bayi dilahirkan sebelum dibaptiskan.

Gegara Corona rasanya LVB tidak keberatan jika para pemusik dan penggemar mahakarya Beethoven merayakan 251 tahun Beethoven pada tahun 2021 atau 252 tahun Beethoven pada tahun 2022 dan seterusnya dan selanjutnya sampai nanti akhir zaman.

Karena tidak ada alasan yang memutlakkan Ludwig van Beethoven hanya boleh dirayakan pada tahun 2020 saja!

Kolom Komentar


Video

Langgar Aturan, Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Boyolali

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Batal Divaksin Pertama, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Kamis, 14 Januari 2021
Video

Saat-saat HRS Dipindahkan

Kamis, 14 Januari 2021

Artikel Lainnya

Rame-rame Menyerang Ribka
Jaya Suprana

Rame-rame Menyerang Ribka

15 Januari 2021 10:27
Telaah Apimologi
Jaya Suprana

Telaah Apimologi

14 Januari 2021 07:41
Insya Allah Cepat Sembuh, Mas Dahlan Iskan
Jaya Suprana

Insya Allah Cepat Sembuh, Ma..

13 Januari 2021 07:46
Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven
Jaya Suprana

Sugeng Tanggap Rasa, Pak Bee..

12 Januari 2021 09:45
Ilusi
Jaya Suprana

Ilusi

11 Januari 2021 09:15
Kelirumulogi Komunisme
Jaya Suprana

Kelirumulogi Komunisme

09 Januari 2021 17:46
Krisis Demokrasi Amerika Serikat
Jaya Suprana

Krisis Demokrasi Amerika Ser..

08 Januari 2021 08:11
Andaikatamologi Airomologi
Jaya Suprana

Andaikatamologi Airomologi

07 Januari 2021 07:46