Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Rektor UNJ

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (tengah)/RMOL

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kasus dugaan pungli Tunjangan Hari Raya (THR) di tubuh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, sejak kasus tersebut diserahkan oleh KPK pada 20 Mei 2020 kemarin, pihaknya telah melakukan rangkaian sejumlah pemeriksaan terhadap 44 orang saksi dan dua saksi ahli.

"Dari hasil pemeriksaan saksi ahli yang ada, dua saksi ahli kita lakukan dinyatakan bahwa perbuatan pidana ini tidak sempurna. Perbuatan tindak pidananya ini tidak sempurna dan tidak masuk dalam unsur-unsur pasal yang dipersangkaan, itu hasil saksi ahli," ujarnya saat konferensi pers bersama KPK dan Kemendikbud di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan gelar perkara bersama dengan KPK dan dari Bareskrim Polri.

Kesimpulannya, kata Yusri, penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berpendapat bahwa tidak menemukan adanya suatu peristiwa tindak pidana atau tindak pidana korupsi sebagaimana konstruksi hukum pada pasal persangkaan yang tertuang dalam laporan hasil penyelidikan KPK.

"Dengan tidak ditemukannya suatu peristiwa tindak pidana korupsi terhadap perkara a quo, maka penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penghentian penyelidikan dalam rangka kepastian hukum terhadap perkara ini," jelas Yusri.

KPK bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kemendikbud pada 20 Mei lalu.

Deputi Bidang Penindakan KPK, Karyoto mengatakan, kegiatan tangkap tangan tersebut berawal adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

"Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendik menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor selaku Kabag Kepegawaian UNJ beserta barang bukti berupa uang sebesar 1.200 dolar AS dan Rp 27.500.000," kata Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5) lalu.

Dari penangkapan itu, KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan kepada Rektor UNJ, Komarudin; Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sofia Hartarti; Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Tatik Supartiah; Karo SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti; dua orang staf SDM Kemendikbud yakni Dinar Suliya dan Parjono.

Dari pemeriksaan itu, KPK selanjutnya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian yakni Polda Metro Jaya dengan alasan KPK hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi koordinasi dan supervisi.

Artikel Lainnya

Kabareskrim Undang KPK Gelar Perkara Penetapan Tersangka Dugaan Penghapusan Red Notice

Kabareskrim Undang KPK Gelar P..

Jumat, 07 Agustus 2020
Gilang Bungkus Akhirnya Dibekuk Oleh Tim Gabungan Di Kapuas Kalteng

Gilang Bungkus Akhirnya Dibeku..

Jumat, 07 Agustus 2020
Operasi Patuh 2020, Upaya Mendisiplinkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Operasi Patuh 2020, Upaya Mend..

Jumat, 07 Agustus 2020
Ini Gaya Baru Kapolda Sumut Dalam Memantau Kamtibmas

Ini Gaya Baru Kapolda Sumut Da..

Jumat, 07 Agustus 2020
Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Terhadap Wanita Di Apartemen, Polisi Temukan Perbedaan Keterangan BAP

Rekonstruksi Pembunuhan Berenc..

Jumat, 07 Agustus 2020
Ternyata Sabu Yang Diamankan Polda Kalsel Bukan 200 Kg, Tapi 300 Kg

Ternyata Sabu Yang Diamankan P..

Jumat, 07 Agustus 2020
Dukung Gerakan Jatim Bermasker, Polres Madiun Kota Gandeng Para Pendekar

Dukung Gerakan Jatim Bermasker..

Jumat, 07 Agustus 2020
Kapolres Jakut Bantah Kantornya Tutup Karena Covid-19

Kapolres Jakut Bantah Kantorny..

Kamis, 06 Agustus 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia