Kaum Disabilitas Vs Kaum Ojol

Sabtu, 18 April 2020, 10:51 WIB

Kuntum Khairu Basa/Net

PEMERINTAH Indonesia sepertinya lebih mengedepankan nasib kaum Ojol daripada nasib kaum penyandang disabilitas, dimana seyogyanya yang harus diberikan perhatian khusus karena jangankan untuk mencari pekerjaan yang layak, untuk beli masker saja mereka mungkin kesulitan.

Ada sebanyak lebih dari 21,84 juta atau sekitar 8,56 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Kaum ini yang seharusnya diprioritaskan oleh pemerintah ketika terjadi musibah Covid-19 seperti sekarang.

Ojol Tanggung Jawab Siapa?

Mitra Ojol seperti yang dilaporkan oleh Gojek Indonesia ada sekitar 2.5 juta orang baik ojek daring maupun taksi daring. Sedangkan pihak Grab (PT. Solusi Transportasi Indonesia) hingga saat ini belum memberikan konfirmasi.

Kaum Ojol merupakan tanggungjawab perusahaan sebagai penerima manfaat terbesar dari karya bakti kaum tersebut.

Kita ketahui bersama bahwa Gojek di tahun 2018 mengumumkan gross transaction value senilai 9 miliar dolar AS atau setara Rp 127 triliun. Nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) Gojek setara dengan nilai pendapatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang mencapai Rp 129,76 triliun.

LD FEB UI menyebutkan kontribusi mitra empat layanan terbesar Gojek, yakni Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan GoLife mencapai Rp 44,2 triliun pada 2018. Sementara CSIS dan Tenggara menyampaikan bahwa mitra Grab menyumbang Rp 48,9 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
 
Dalam Konteks tanggung jawab perusahaan atau yang dikenal dengan CSR, dimana perusahaan yang ingin mempertahanakan kelangsungan usahanya ,maka dalam hal kasus Covid-19 ini perusahaan Gojek Indonesia dan GRAB (PT. Solusi Transportasi Indonesia) harus memperhatikan selain mengejar keuntungan perusahaan juga hendaknya memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya kaum OJOL yang menjadi bagian tidak terpisahkan dimana mereka sebagai mitra strategis penyumbang keuntungan terbesar bagi kedua perusahaan.

Hal ini sebagai bentuk jawab sosial bagi perusahaan dimana diatur dalam Pasal 74 UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas dan PP No. 47/2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

CSR tidak hanya sebagai bentuk tanggunjawab perusahaan namun lebih dari itu yang merupakan bentuk rasa kasih sayang dan tolong menolong sebagaimana dianjurkan oleh semua agama dan Pancasila.

Kalau saja 2.5 persen dari keuntungan Gojek dan Grab diberikan kepada kaum Ojol. Maka kaum Ojol bisa sejahtera.

Kuntum Khairu Basa

Mahasiswa Progam Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pemerhati kaum disabilitas Indonesia.

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

OJK Apakah Masih Diperlukan?
Publika

OJK Apakah Masih Diperlukan?

14 Juli 2020 13:12
Adil Dong, Tangkap Juga Denny Siregar!
Publika

Adil Dong, Tangkap Juga Denn..

14 Juli 2020 09:39
Aktivitas Relaksasi Redam Hoax Corona
Publika

Aktivitas Relaksasi Redam Ho..

14 Juli 2020 08:18
Transisi Naik
Publika

Transisi Naik

13 Juli 2020 10:53
Solusi Polemik Uang Kuliah Tunggal Di Masa Pandemik
Publika

Solusi Polemik Uang Kuliah T..

13 Juli 2020 10:25
Jangan Dukung Kerusakan Negara
Publika

Jangan Dukung Kerusakan Nega..

13 Juli 2020 08:58
Koperasi Dan Kaum Milenial
Publika

Koperasi Dan Kaum Milenial

13 Juli 2020 03:24
Politik Hukum Haluan Ideologi Pancasila Perspektif Negara Hukum
Publika

Politik Hukum Haluan Ideolog..

12 Juli 2020 21:04