Pilkades Bajing Kulon

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/jaya-suprana-5'>JAYA SUPRANA</a>
OLEH: JAYA SUPRANA
  • Rabu, 27 Februari 2019, 08:27 WIB
Pilkades Bajing Kulon
Saryono dan Sudini/Net
SATELITPOST.com memberitakan bahwa 177 desa di Kabupaten Cilacap melaksanakan pemilihan kepala desa serentak pada hari Rabu 20 Februari 2019.

Tak ketinggalan masyarakat desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, menyelenggarakan Pilkades dengan menampilkan dua calon kepala desa duduk bersanding mesra seperti pasangan pengantin baru di panggung pelaminan.

Suami Istri


Sang petahana Saryono kembali menyalonkan diri sebagai kepala desa tanpa ada lawan sehingga menggandeng istrinya sendiri, Sudini untuk menjadi lawan demi memenuhi syarat Pilkades.

Ternyata pasutri yang berhadapan sebagai dua calon kades justru mendapatkan perlakuan unik dari panitia Pilkades setempat dengan membuat panggung calon kades seolah pelaminan.  

Semua tahapan dilakukan sesuai aturan Pilkades. Antusias masyarakat juga cukup baik dalam menggunakan hak suaranya.

Dari total 5.440 warga yang tercantum di dalam daftar pemilih tetap, sebanyak 3.253 atau 58 persen datang ke TPS untuk memberikan suaranya.  

Saryono memperoleh 2.769 suara dan sang istri Sudini memperoleh 444 suara, sedangkan suara tidak sah sebanyak 40. Dengan begitu sang petahana berhak melanjutkan kepemimpinannya sebagai lurah desa Bajing Kulon.   

Demokrasi

Di tengah suasana Pemilu bertabur pelanggaran peraturan masih ditambah pembiaran pelanggaran dilakukan pihak tertentu tanpa sanksi sementara pihak lain langsung ditindak di samping mewabahnya budaya saling benci maka saling lapor dengan alasan yang masuk mau pun tidak masuk akal sehat. Maka apa yang terjadi pada Pilkades Bajing Kulon terasa sangat menyegarkan sebagai ungkapan sukma demokrasi sejati yaitu dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat dalam suasana kekeluargaan penuh keramah-tamahan khas Indonesia.

Keteladanan

Sebagai pendiri Perhimpunan Pencinta Humor dan penggagas humorologi, saya menilai apa yang terjadi pada Pilkades 2019 di desa Bajing Kulon merupakan suatu keteladanan mahakarya kreativitas indera humor nan adiluhur.

Sementara sebagai pendiri Museum Rekor Indonesia, saya layak menganugerahkan penghargaan rekor dunia MURI kepada Saryono dan Sudini sebagai suami istri duduk bersanding di pelaminan ketika tampil sebagai dua calon kepala desa di desa Banjing Kulon, Kecamatan Kroya.

Sebagai rakyat Indonesia, saya menyarankan agar segenap calon kepala daerah, calon legislatif dan calon presiden di persada Nusantara tercinta ini berkenan meneladani Saryono dan Sudini dalam berlaga di gelanggang pemilihan umum demi memperebutkan tahta kekuasaan secara damai, santun, ramah, tertib dan beradab. MERDEKA! [***]


Penulis adalah rakyat Indonesia pendiri Perhimpunan Pencinta Humor, MURI dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan



< SEBELUMNYA

Hikmah Heboh Fufufafa

BERIKUTNYA >

Dirgahayu Indonesia

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA