Perintah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , kata “perintah†bermakna : 1 perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang pangeran, beberapa pelayan datang; 2 aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dengan --; 3 aturan dari pihak atas yang harus dilakukan: ia membacakan -- yang berkenaan dengan pembasmian penyelundupan; memerintah : 1 memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia; 2 menguasai dan mengurus (negara, daerah, dan sebagainya): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yang ~ Majapahit pada masa itu; memerintahi : 1 memberi perintah kepada: kerjanya hanya ~ jongos-jongos; 2 membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai daripada ~ orang bodoh; Raja Palembang yang bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu ; memerintahkan : 1 menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh mengerjakan: Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak; 2 memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yang selalu diganggu gerombolan bersenjata; terperintah: diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing.
Sebutan
Berdasar pemaknaan Kamus Besar Bahasa Indonesia terhadap kata “perintah†dapat disimpulkan bahwa gelar “pemerintah†lebih tepat digunakan ketika bangsa Indonesia masih dijajah oleh bangsa asing.
Setelah kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 apalagi setelah demokrasi dihadirkan di Republik Indonesia, terasa kurang layak apabila gelar warisan masa kolonialisme masih digunakan.
Kurang layak apabila mereka yang dipilih oleh rakyat kemudian malah berfungsi sebagai “tukang perintah†yang kerjanya memerintah rakyat seperti yang dilakukan para penjajah dahulu itu.
Abdi Rakyat Gelar “tukang perintah†tidak sesuai dengan sukma pengabdian yang dibaktikan kepada rakyat Indonesia oleh BJ Habibie , Gus Dur, Megawati , SBY, Jokowi serta para tokoh putra terbaik bangsa lainnya seperti Amien Rais, Kwik Kian Gie, Emil Salim, Rizal Ramli , Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, Jusuf Kalla, Boediono, Maaruf Amien, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, Ganjar Pranowo, Kofifah Indar Parawansa, Retno Marsudi, Sri Mulyani, Meutia Hatta, Mary Pangestu, Tjahjo Kumolo, Agum Gumelar, Moeldoko, Gatot Nurmantyo, Luhut Panjaitan, Pratikno, Pramono Anung, Fahri Hamzah, Hendrawan Supratikno, Fadli Zon, Hasto Kristiyanto, Andi Malarangeng, Budiman Sujatmiko, Inas Nasrullah, Osman Sapta Odang, Yasonna Laoly dan masih banyak lagi nama putra terbaik bangsa Indonesia yang mustahil disebut satu persatu di ruang terbatas naskah sederhana ini.
Berdasar fakta pengabdian para beliau dapat disimpulkan bahwa gelar yang lebih terhormat dianugerahkan bagi para putra terbaik bangsa yang tulus mengabdikan diri kepada rakyat Indonesia pada hakikatnya bukan pemerintah namun abdi rakyat. MERDEKA!
[***]
Penulis mendambakan pemimpin negara dan bangsa yang mengabdikan diri bagi rakyat Indonesia