Nani Soedarsono lahir di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, 28 Maret 1928. Beliau merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang memegang berbagai jabatan penting di Indonesia, antara lain Wakil Ketua DPP Golkar, anggota Komisi III DPR, Sekjen Kowani, dan Ketua Umum Himpunan Wanita Karya.
Saya pribadi mengenal Nani Soedarsono sebagai tokoh pelopor pembinaan kebudayaan tradisional Nusantara yang mewariskan gelora semangat kebanggaan nasional.
Wayang Orang
Nani Soedarsono menerima anugerah MURI atas jasa kepeloporan pelestarian dan pengembangan wayang orang.
Di masa usia senja Nani Soedarsono tidak mengenal lelah dalam mengabdikan dirinya untuk membina pelestarian dan pengembangan wayang orang.
Di tengah suasana generasi muda memuja kebudayaan asing, Nani Soedarsono gigih menggelorakan semangat kebanggaan nasional demi menjunjung tinggi harkat dan martabat kesenian tradisional Nusantara khususnya wayang orang.
Kepedulian Nani Soedarsono terhadap kehidupan para seniman wayang orang terungkap pada upaya meningkatkan kesejahteraan para seniman wayang orang dengan antara lain mengangkat mereka menjadi pegawai negeri.
Mission ImposibbleAdalah Nani Soedarsono yang menyemangati saya menunaikan Mission Impossible menyelenggarakan pergelaran wayang orang di panggung gedung kesenian terkemuka planet bumi masa kini, Sydney Opera House dengan lelakon “
Banjaran Gatotkacaâ€.
Kemudian pergelaran wayang orang dengan lelakon “
Banjaran Gatotkaca†diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono beserta para menteri yang disusul pergelaran di panggung markas besar UNESCO di Paris.
Jasa Ibu Nani Soedarsono abadi tergores dengan tinta emas di lembaran sejarah kebudayaan Nusantara sebagai tokoh utama pelopor pelestarian dan pengembangan wayang orang.
[***]
Penulis adalah Pembelajar Upaya Pelestarian dan Pengembangan Wayang Orang Sebagai Warisan Mahakarya Kebudayaan Nusantara