Anggota DPR RI DKI Jakarta Fahira Idris bahkan mengaku bingung. Sebab, warga justru meributkan masalah tiang bambu tersebut ketimbang pembangunan ruas Tol Dalam Kota dan reklamasi Teluk Jakarta.
Khusus pembangunan enam ruas Tol Dalam Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menolak itu diteruskan, namun di satu sisi proyek berada di tangan pemerintah pusat dan diputuskan untuk diteruskan.
“Yang jadi ancaman bagi Jakarta itu sekarang pembangunan enam ruas tol dalam kota, bukan bendera warga. Tetapi yang mereka ributkan tiang bambu bendera warga, bukan tol dalam kota yang begitu substantif untuk dikritik. Ini kan aneh,†ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/7).
Dalam kasus bendera bertiang bambu, Fahira mengaku mendukung instruksi Gubernur Anies pemasangan bendera-bendera negara peserta Asian Games itu terus dilanjutkan. Sebab, pemasangan itu merupakan bagian dari inisiatif tulus warga dalam menyemarakan Asian Games.
“Walau oleh mereka malah jadi bahan olok-olokan dan peluru menyudutkan Pemprov DKI. Menyedihkan sekali sikap seperti ini. Saya dukung penuh instruksi gubernur yang memerintahkan bendera tersebut dipasang kembali,†sambung Ketua Komite III DPD itu.
[ian]