"Senang sekali rasanya bisa ketemu lagi dengan pak Amran. Meskipun sejak tahun 1990 baru ketemu ini lagi dan berjabat tangan," kata Abdul di lokasi persawahan tempat acara panen raya padi, Kamis (16/11).
Dia senang karena mimpinya bertemu dengan Mentan Amran Sulaiman menjadi nyata. Dia menceritakan kisahnya kala itu bersama rekannya Jemi, Ibrahim dan Firdaus Hasan, serta Amran Sulaiman saat masih kuliah di fakultas pertanian Universitas Hasanuddin melakukan pengendalian hama tikus di Desa Teppo dan Manarang.
"Dulu kami dengan pak Mentan Amran sama-sama tidur di Balai Proteksi Tiroang, Kabupaten Pinrang, melakukan pengendalian hama tikus," kata Abdul.
Dia mengatakan, setelah bertemu dengan Amran yang dulu dikenalnya sebagai mahasiswa kini telah menjadi Menteri Pertanian Republik Indonesia tempat menitipkan harapan bagi para petani.
"Tadinya saya hanya mimpi ketemu dengan pak Amran. Pagi tadi saya dengar info dari teman bahwa Mentan Amran akan datang ke sini. Makanya saya datang ke sini. Dan ternyata betul ada. Alhamdulillah perasaan saya legah, senang sekali ketemu," ujarnya.
Meski sempat berjabat tangan, kata Abdul, dia bangga karena disapa oleh Mentan saat berdialog bersama ratusan warga Desa Tanete usai panen padi dan menabur benih.
"Ternyata masih dikenal, 'pak Asies...! ke sini yang berjenggot itu'," kata Abdul menirukan panggilan Mentan Amran kepadanya.
Di hadapan ratusan warga, Abdul Asies yang kini menjabat sebagai pengamat hama di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, balai proteksi Provinsi Sulawesi Selatan ini pun mendoakan agar Mentan Amran sekeluarga selalu diberikan kesehatan.
"Dan saya doakan juga semoga bisa jadi Presiden. Karena pak Amran ini orangnya berhati mulia sekali," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: