Menpora berharap liga catur di Sumatera Barat bisa berkembang.
"Saya mengapresiasi liga catur mahasiswa ini. Hal ini merupakan ajang pencarian pemain catur berbakat yang bisa diorbitkan dan mendapat sentuhan pelatihan untuk menjadi juara baru di dunia percaturan tanah air maupun internasional. Maka perlu kiranya lomba catur seperti ini untuk sering-sering digelar," jelasnya.
Menpora juga mengimbau semua peserta yang hadir untuk menyebarkan dan memviralkan event-event seperti ini agar temen-temen yang lain termotivasi untuk berolahraga, terutama olahraga catur. "Jadikan Olahraga sebagai gaya hidup, karena olahraga sangat menyehatkan dan menyenangkan," ujarnya.
Sementara itu, Inisiator liga catur Mahasiswa, Febby Datuak Bangso mengatakan, dengan digelarnya liga catur antar mahasiswa ini dapat menggairahkan kembali olahraga catur di Sumbar. Karena selama ini kita merasakan peminat untuk bertanding catur dirasakan masih kurang.
Dia menjelaskan, LCN 2017 Sumbar selain back-up full Kemendes PDTT, juga bekerja sama dengan Kemenristek Dikti dan Kemenpora. "Target kita tercatat dan memecahkan Rekor MURi, dimana teknisnya panitia bekerjasama dengan Percasi Sumbar,†ujarnya.
Liga catur nagari ini akan dilaksanakan di 1.148 warung atau lapau pada 1.148 nagari atau desa, yang dilaksanakan secara serentak. Konsep satu nagari setiap warung akan dilaksanakan pertandingan catur. Para peserta berasal dari mahasiswa di Sumbar dilaksanakan selama dua hari dengan memperebutkan total hadiah Rp 50 juta.
Dalam liga catur ini, kesemua peserta akan berlomba dalam kategori chess Swiss perorangan yang bertanding dalam sembilan babak. Dari sembilan babak tersebut kesemua pecatur masing-masing kategori bertanding dengan intensitas kemenangan terbanyak dianggap sebagai juara pertama.
[sam]
BERITA TERKAIT: