Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto, saat mendampingi tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara mensurvei persiapan pendirian Politeknik Ketenagakerjaan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Rabu (6/9).
"Politeknik Ketenagakerjaan dibangun untuk meningkatkan kompetensi, praktek, attitude calon pekerja. Juga, menghilangkan missmatch antara pendidikan dan dunia kerja. Lulusan Politeknik Ketenagakerjaan juga diharapkan langsung diterima karena jurusan yang dibuka sesuai dengan kebutuhan dunia industri,†kata Hery.
Menurut Hery, tim Kemnaker dan Kemen-PAN tengah mempersiapkan pendirian lembaga Politeknik itu.Beberapa balai latihan milik Kemnaker, Lanjut Hery, sedang disurvei kelayakannya untuk dijadikan kampus Politeknik Ketanagakerjaan itu. Sementara ada tiga jurusan yang disiapkan, yakni Relasi Industri, Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), dan Manajemen Sistem Sumber Daya Manusia.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Rini Widyantini menyatakan, pihaknya menyambut baik rencana pendirian lembaga pendidikan ketanagakerjaan. Rini, mengingatkan dalam pendirian sebuah lembaga pendidikan hendaknya memperhatikan dua hal, yakni kebutuhan masyarakat dan persiapan sarana-prasarana.
"Harus menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan pasar. Untuk itu, program studi yang dibuka harus benar-benar mengacu pada kebutuhan pasar kerja serta dengan fasilitas yang memadai,†kata Rini.
Agar memberikan pola belajar mengajar yang berkualitas, Rini juga menyarankan agar Kementerian Ketenagakerjaan mencontoh perguruan tinggi yang jauh lebih baik. Mencontoh dalam arti melakukan studi tiru dan menyempurnakan.
Turut pula mendampingi survey, Kepala Barenbang Kementrian Ketenagakerjaan, Sugiarto Sumas. Finalisasi penentuan kampus Politeknik Ketenagakerjaan masih menunggu hasil survey di beberapa tempat milik Kementerian Ketenagakerjaan yang lain.
[wid]
BERITA TERKAIT: