Diketahui, pada RAPBN-P 2016, Kemenpar mendapat pemotongan anggaran sebesar Rp 784 miliar. Semula, anggaran Kemenpar dalam APBN 2016 sebesar Rp 5,4 triliun, dengan adanya pemotongan menjadi Rp 4,6 triliun.
"Dengan pemotongan anggaran sebesar itu tidak mengganggu target-target pada tahun 2019 nantinya? Apalagi dari kunjungan wisnus dan wisman ini juga mendatangkan devisa untuk penerimaan negara," kata Wakil Ketua Komisi X, Sutan Adil Hendra dengan nada khawatir, Minggu (12/6).
Di sisi lain, Legislator Gerindra asal Dapil Jambi ini mengapresiasi kinerja laporan keuangan Kemenpar, sehingga membuahkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Terhadap pemotongan anggaran ini, Menpar Arief Yahya mengambil beberapa langkah agar target kunjungan wisman sebanyak 20 juta dan wisnus sebanyak 260 juta tetap tercapai pada tahun 2019. Diantaranya, dengan mengubah komposisi anggaran BAS (Branding, Advertising dan Selling), penurunan nilai berita branding Wonderful Indonesia, hingga pengurangan promosi melalui media konvensional.
[rus]
BERITA TERKAIT: