Sebagai kota multi etnis, yang merepresentasikan keberagaman di Indonesia, Pilkada DKI juga diwarnai dengan gesekan antara etnis dan kelompok yang dalam hal tertentu menjurus ke sikap dan tindakan yang menyinggung Suku, Ras dan Agama (SARA), yang tidak sehat dalam membangun kesatuan bangsa dan demokrasi.
Anggota Caretaker Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta meminta semua pihak menghormati hak asasi setiap orang untuk tidak menggunakan unsur SARA sebagai bagian dari komunikasi politik yang tidak mendidik.
Ia juga meminta kepada Presiden melalui Kemendagri dan penegak hukum untuk mengawal Pilkada DKI yang jurdil, dan menindak pihak yang melanggar hukum.
"Dan kepada masyarakat untuk tetap berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan pilkada yang jurdil, tak terpengaruh provokasi yang cenderung memecah belah dan tak mendidik," kata Kaka kepada redaksi, Minggu (3/4).
[rus]
BERITA TERKAIT: