Melihat kondisi tersebut, Ketua Bidang Sosialisasi dan Pencegahan Narkoba Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK57) Haris Pertama mengakui tingginya peredaran narkoba di Indonesia. Menurutnya, perlu ada pencegahan dan penyuluhan yang masif dari seluruh elemen masyarakat.
"Pemerintah tidak bisa sendiri, harus ada campur tangan berbagai elemen masyarakat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/3).
Haris menjelaskan, peredaran narkoba akan tetap tinggi karena semakin banyak yang menggunakan. Hal ini sudah seperti hukum dagang, di mana semakin tinggi permintaan maka produksi akan semakin banyak.
"Harus ada cara lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberantasnya," ujar pengurus DPP KNPI itu.
Haris mengatakan, cara yang dilakukan adalah melakukan pencegahan dan penyuluhan kepada para pemuda-pemudi baik yang di kota maupun di desa terkait dengan bahaya dan resiko menggunakan narkoba.
"Kami dari BMK57 siap menjadi garda terdepan untuk ikut berperan melakukan pencegahan dan penyuluhan penyalahgunaan narkoba," bebernya.
BMK57 juga akan mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba di kalangan pemuda. Karena pusat peredaran narkoba yang sangat besar justru ada di kalangan anak-anak muda. Selama kalangan pemuda banyak mengonsumsi narkoba maka peredarannya tetap tinggi.
"BMK57 berpikir pemberantasan narkoba jika ingin dilaksanakan dengan sukses dan baik maka harus dilakukan pada kalangan pemuda," ujar Haris.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut juga berjanji akan menyerukan seluruh pengurus wilayah BMK57 segera membentuk tim khusus guna membantu pemerintah melakukan sosialisasi dan ajakan kepada pemuda untuk bersama-sama memerangi narkoba.
"Saya akan koordinasi dengan Ketua Umum BMK57 Sirajuddin Abdul Wahab untuk menjalankan program ini. Semoga ini menjadi langkah besar BMK57 dalam pemberantasan narkoba," tandas Haris.
[wah]
BERITA TERKAIT: