Menko Polhukam meninjau pos perbatasan dan menerima laporan situasi terkini dari komandan pos perbatasan Letkol Inf. Nandang.
Dari pos perbatasan Menko Polhukam berjalan kaki untuk meresmikan dimulainya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu.
"Ekonomi Papua ini tumbuh di atas rata-rata nasional yaitu sembilan persen. Yang harus diperhatikan saat ini adalah pemerataan dampak pertumbuhan ekonomi tersebut," kata Menko Polhukam.
Ia berharap pembangunan PLBN ini akan meningkatkan jumlah pelintas batas antara Indonesia dan PNG. Pada tahun ini pelintas batas dari PNG ke Indonesia berjumlah 65 ribu orang, sedangkan dari Indonesia ke PNG berjumlah sekitar 4 ribu orang.
"Saya berharap Pos Terpadu ini juga bisa menggairahkan perekonomian di wilayah perbatasan," kata Menko Polhukam sebelum meresmikan pembangunan PLBN.
Menko Polhukam juga menekankan bahwa kualitas pendidikan anak-anak Papua harus ditingkatkan. Dia juga menegaskan bahwa narkoba dan minuman keras saat ini menjadi masalah yang serius.
"Pendidikan dan kesehatan adalah kunci pembangunan generasi muda di Papua. Ketahanan ekonomi juga harus menjadi perhatian. Mama-mama Papua (pedagang kecil) ini harus diperkuat dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," kata Menko Polhukam.
Pertumbuhan ekonomi di Papua yang baik ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal. Pada sambutannya Menko Polhukam juga mengimbau kepada mereka yang masih mengacau keamanan untuksegera turun dan berdialog.
"Disini peran pemuka agama amat penting untuk membantu proses dialog dengan mereka," kata Menko Polhukam.
Terakhir, seperti dalam siaran pers Kemenko Polhukam, ia mengimbau semua pihak untuk bersama-sama membangun Papua dan menghilangkan prasangka buruk.
[rus]
BERITA TERKAIT: