Namun, hingga saat ini Sandiaga masih belum menentukan siapa bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya.
"Sebetulnya semua pasangan calon atau nama yang bermunculan baik dan memberikan nuansa yang berbeda bagi saya," ujarnya saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta, Minggu (27/3).
Tetapi, di sisi lain, Sandiaga yang juga ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) menekankan ingin memiliki pasangan yang satu misi dengannya, yaitu membuat Jakarta yang benar-benar baru.
"Sangat sehat untuk menawarkan yang baru dari Jakarta dan menampilkan suatu yang menonjol daripada Jakarta," jelas Sandiaga.
Namun demikian, lanjutnya, urusan bakal calon pendamping berpulang kembali pada mekanisme dari Gerindra.
"Itu domainnya ada di mekanisme koalisi partai, itu domainnya kepada partai. Pasti partai akan mengambil calon yang paling dekat dengan rakyat yang bisa memberikan kontribusi," bebernya.
Disinggung apakah akan memilih calon wakil dari kalangan musisi, Sandiaga tidak menampik serta tidak pula mengiyakannya.
"Ini di luar kekuasan saya. Saya yakin keputusan itu akan yang terbaik," jawabnya.
Lebih jauh, Sandiaga menilai, alur politik yang dinamis dan cair membuatnya tinggal menunggu keputusan partai.
"Saya diminta untuk maju sebagai bakal calon gubernur. Perkembangan nanti bagaimana ya diserahkan kepada mekanismenya dan dinamika politik. Selama niatan itu demi membangun Jakarta dan memberikan yang terbaik buat Jakarta kita tidak boleh ngoyo, kita harus mampu melihat yang rakyat inginkan," jelasnya.
Sandiaga mengakui bahwa partai akan memutuskan calon pasti yang diusung di Pilkada DKI Jakarta 2017 pada akhir Juni nanti.
"Saya diberi tahu pak Taufik sendiri akan ada survei internal April. Akan ada evaluasi bakal calon dan bulan Juni evaluasi dan survei lagi akhir Juni akan ditentukan nama-nama yang akan direkomendasi," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: