Hipmi: Pengusaha Lokal Harus Dilibatkan Di Masela

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 25 Maret 2016, 10:33 WIB
Hipmi: Pengusaha Lokal Harus Dilibatkan Di Masela
Bahlil Lahadalia/net
rmol news logo . Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung Presiden Joko Widodo memutuskan pembangunan kilang LNG Blok Masela di darat alias onshore. Putusan ini, sudah sesuai dengan usulan Hipmi ke pemerintah. Blok Masela terletak di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

"Hipmi banyak terima kasih kepada Bapak Presiden, sebab beliau mendengarkan aspirasi mayoritas warga Maluku dan sekitarnya," kata Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (25/3).

Namun, Bahlil meminta agar dalam pengerjaan pembangunan dan pengelolaan lapangan gas tersebut ikut melibatkan pengusaha lokal.

"Apakah pengusaha lokal jadi pemasuk, subkontraktor, atau pengerjaan jasa apapun, pengusaha lokal dilibatkan. Pengusaha lokal jangan jadi penonton di daerahnya sendiri," ujar Bahlil.

Dia mengatakan, dampak turunan dari pengelolaan Blok Masela akan sangat besar. "Multiplier effect-nya akan luar biasa besar. Ekonomi daerah akan menggeliat, memperkuat industri nasional, dan negara akan menerima banyak pemasukan," terangnya.

Bahlil juga mengatakan, pihaknya tidak menduga Presiden Jokowi mengambil keputusan sangat cepat soal Masela. Padahal, isu yang berkembang Presiden Jokowi akan memutuskan setelah tahun 2018, bahkan tahun 2021. Namun, Presiden Jokowi memutusnya sangat cepat.

"Hipmi mengapresiasi dari sisi waktu pengambilan keputusan dan isi putusan itu sendiri. Sebab perdebatan soal Blok Masela sudah 15 tahun usianya," ujar Bahlil.

Diketahui, keputusan Presiden Jokowi itu mengakhiri perdebatan dan adu kepentingan soal pengembangan kilang LNG Masela onshore atau offshore. Cadangan gas Blok Masela ditemukan pada tahun 2000. Cadangan gas Blok Masela bisa digunakan selama 70 tahun dengan deposit sebanyak 20 trillion cubic feet.

Tak hanya gas LNG, proyek ini juga dapat memicu tumbuhnya industri lainnya seperti petrokimia dan pupuk. Blok ini diperkirakan memproduksi dengan kapasitas mencapai 7,5 juta ton LNG per tahun. Negara bisa memperoleh pemasukan mencapai US$ 6,5 miliar per tahun, dua kali lipat lebih dibanding jika dibangun di laut dengan proyeksi pemasukan US$ 2,52 miliar per tahun dari penjualan komoditas LNG.

Pengoperasian lapangan minyak ini juga, ujar Bahlil, akan memperbesar outstanding investasi keluar Pulau Jawa. Realisasi investasi nasional sebesar Rp 545,4 triliun selama 2015, meningkat 17,77 persen dibanding capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp463,1 triliun. Investasi tersebut sebagian besar masih terkonsentrasi di Kawasan Barat Indonesia atau persisnya di Pulau Jawa. Investasi di luar Jawa, termasuk Sumatera, hanya sebesar 45,6persen dari seluruh realisasi investasi nasional meski meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 43 persen. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA