Cerita awalnya begini, Darminto berniat hendak bekerja di kapal ikan di luar negeri. Dia lalu menghubungi Dr. Tohanah, Direktur PT Nagasindo Raya Nalela, Bekasi. Tidak lama kemudian Darminto dikirim ke perusahan Spanyol untuk bekerja di kapal ikan di laut bebas sekitar perairan Falklands/Malvinas. Baru seminggu bekerja, tak disangka mesin pemotong ikan terlepas dan mengenai Darminto dan rekan kerjanya dari Spanyol.
Dia dilarikan dengan helikopter dan pesawat ke rumah sakit terdekat di Montevideo, Uruguay. Maka sejak tanggal 21 Januari 2016 dia dirawatdi British Hospital, salah satu rumah sakit swasta terbaik di Uruguay, yang ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi.
Setelah dirawat selama 61 hari dan menjalani enam kali operasi, maka dokter menyatakan Darminto sudah bisa kembali ke Indonesia. Pemilik kapal menyediakan tiket kelas bisnis menggunakan Air France (AF 393) dan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (23/3), pukul 17.30. Memang Darminto harus menggunakan kursi roda dan harus didampingi staf perusahaan tempatnya bekerja.
Dalam rilis yang dikiri KBRI Buenos Aires sesaat lalu, di Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Dubes RI Jonny Sinaga sempat menyambungkan Darminto dengan ayahnya, Pak Rawin di Brebes via telepon.
Pak Rawin dan Darminto merasa terharu dan berterima kasih atas perhatian dan perlindungan yang telah diberikan oleh Pemerintah RI selama ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: