Oleh sebab, itu dia mengimbau dengan keras kepada kepala sekolah dan guru untuk memperhatikan kesehatan anak didiknya di lingkungan sekolah.
"Ngeri lihat foto, nyamuk kayak tumpukan pasir saking banyaknya bangkai nyamuk. Kesimpulannya, guru dan kepala sekolahnya mulai agak rabun, enggak kelihatan jentik nyamuk begitu banyak," kata Ahok, saat menghadiri kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan sekolah bebas jentik, di SDN 01 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (4/3).
Dia menambahkan, sebagian besar penderita demam berdarah merupakan anak-anak tingkat sekolah. Selain itu, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan DKI, nyamuk Aedes Aegepty lebih aktif mengigit manusia pada pukul 09.00-13.00.
Oleh sebab itu, orang nomor satu DKI Jakarta itu menilai pada jam tersebut banyak anak-anak sekolah yang sedang beraktifitas, sehingga rawan terhadap gigitan nyamuk yang tak jarang membawa kematian pada korbannya.
"Saya instruksikan agar digerakkan ke seluruh sekolah di Jakarta. Saya enggak mau dengar lagi ada kasus gigitan nyamuk di sekolah," tegasnya.
Bahkan, tak segan-segan Ahok mengancam bakal menghapus tunjangan kinerja daerah (TKD) seluruh pihak terkait apabila masih ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegepty di lingkungan sekolah.
"Sekarang saya masih maafin, tetapi kalau kejadian lagi, ini cuma sekadar pencanangan, ngomong 'Mari kita canangkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk tiap hari Jumat." gomong doang," ujar Basuki kesal.
[ysa]
BERITA TERKAIT: