Kondisi ini membuat tantangan pemimpin Golkar di masa mendatang semakin berat, bukan hanya karena tantangan eksternal namun juga internal yang baru masuk dalam tahap transisi bersatu kembali.
Politikus senior Golkar Siswono Yudhohusodo mengakui bahwa Golkar sedang mengalami keterpurukan sehingga diperlukan sosok pemimpin yang benar-benar bisa mengatasi masalah partai.
Salah satunya yang disorotnya adalah calon ketua umum Golkar harus bebas dari kasus hukum maupun berpotensi terjerat kasus hukum. Hal itu, menurut dia bisa membuat roda organisasi tidak berjalan dengan baik dan konsentrasi untuk membesarkan partai menjadi terhambat.
Karena itu, Siswono meminta kandidat yang berniat ikut kontestasi Munaslub Golkar 2016 nanti harus bebas kasus hukum dan yang berpotensi terjerat hukum tidak usah maju.
"Di negara-negara beradab orang yang bermasalah tidak akan maju dalam kontestasi politik," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/3).
Dia menilai dibutuhkan kesadaran tingkat tinggi bagi seorang yang berpotensi terjerat kasus hukum, untuk tidak ikut berkompetisi di Munas. Siswono juga menyayangkan adanya budaya transaksional yang dilakukan beberapa kader Golkar sehingga memanfaatkan politik untuk bisnis.
Dia mencontohkan, kader Golkar yang meminta saham PT. Freeport Indonesia lalu melalukan lobi-lobi hingga bertemu dengan jajaran elit perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Budaya transaksional di Golkar semakin parah, sampai ada yang bicara soal saham Freeport, itu kan betul-betul memanfaatkan politik untuk bisnis sehingga harus ditinggalkan," ujar Siswono.
Mantan Menteri Pertanian ini juga mengakui perpecahan di internal Golkar membuat partai itu akan sulit memenangkan Pemilu 2019 karena bisa terlihat dari capaian politik Golkar di Pilkada serentak 2015.
Karena itu dia menilai Golkar memerlukan sosok pemimpin yang benar-benar diterima seluruh faksi di Golkar sehingga semua kekuataan partai itu bisa bersatu untuk mencapai kemenangan di Pemilu 2019.
"Saya ingin mengingatkan, Golkar bersatu saja sudah berat menang di Pemilu 2019 apalagi kalau kami pecah," katanya.
Terakhir, Siswono mengharapkan Caketum Golkar juga harus bisa membangkitkan budaya politik luhur yaitu bebas politik uang dan politik transaksional.
[wah]
BERITA TERKAIT: