Dalam kesempatan itu, Ahok menjelaskan mengenai sistem kebijakan Pemprov DKI Jakarta beserta program-program yang dicanangkan, terutama mengenai Smart City.
"Ini kan kunjungan mahasiswa dari seluruh dunia yang kuliah di kampus itu. Kita tawarkan ide-ide bangun kota dari kita. Mereka tanya, kita jawab," ungkapny di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/2).
Dia menilai kegitan seperti ini memiliki banyak manfaat dan meminimalisir biaya pengeluaran Pemprov untuk studi banding keluar negeri.
"Ini bagus jadi enggak perlu studi banding. Mereka datang, kita sampaikan kebijkan publik kita. Kalau salah, mereka pasti debatin. Kalau mereka senang, tepuk tangan, berarti oke dong," sambungnya.
Disinggung apakah ia ingin membangung Jakarta seperti Singapura, Ahok menampiknya. Ahok mengatakan tidak semua hal di Singapura dapat diterapkan di Jakarta.
"Kita ngga bisa jual rumah, kita ini nggak rusunawi semua, rusunawa. Ini sesuatu yang berbeda," tandasnya.
Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini juga menjelaskan bahwa di Singapura tidak ada subsidi yang digelontorkan sebesar Pemprov DKI Jakarta keluarkan. "Ini hanya tukar pikiran saja dari apa yang mereka studi dari negara-negara lain," ungkap Ahok. [zul]
BERITA TERKAIT: