Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Ahok Didesak Tertibkan Pasar Tumpah di Muka Rumah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 17 Februari 2016, 23:29 WIB
Ahok Didesak Tertibkan Pasar Tumpah di Muka Rumah
basuki tjahaja purnama/net
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus membongkar pasar penampungan sementara yang telah beroperasi 43 tahun di Jalan Darmawangsa II Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Begitu dikatakan salah seorang warga bernama Tania Adnan ketika dijumpai di Jakarta, Rabu (17/2).

Dia resah dengan keberadaan pasar tersebut. Sebab, pasar berdiri di atas jalan yang berhadap-hadapan dengan tempat tinggalnya dan sangat menganggu aktivitasnya.

"43 tahun saya sudah sangat tersiksa menghadapi kondisi seperti ini," ujarnya.

Selama puluhan tahun, sambung Tania, dia harus menelan mentah-mentah akibat dari pendiaman keberadaan pasar penampungan tersebut oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal, dirinya sudah berkali-kali melayangkan surat permohonan penertiban dan mendatangi langsung Gubernur Ahok. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Pak Ahok hanya bilang masukan keluhan tersebut ke Qlue. Sudah berkali-kali saya masukan keluhan saya ke Qlue tapi tetap tidak ada tindak lanjut," terang dia.

Karena itu, dia bertekad akan terus mendesak Gubernur agar menertibkan pasar basah dan kumuh yang tepat berada di muka depan rumahnya tersebut. Pasalnya, dia mengatakan, tiga keluarga atau rumah yang berhadap-hadapan dengan pasar basah itu sudah sangat merugikan aktivitasnya setiap hari sejak berpuluh tahun lalu.

"Sampah bertebaran di jalan sampai masuk rumah saya. Otomatis banyak tikus, kecoa, ulat bulu, bahkan lintah masuk rumah saya. Kalau mobil saya mau ke luar terhalang motor pembeli di pasar, kita harus menunggu dulu, bayangkan saya bayar PBB Rp31 juta loh setiap tahun," ungkap wanita setengah baya itu.

Terlebih, sambung dia, sebelum Hari Raya Idul Fitri merupakan saat-saat paling miris yang harus dia hadapi. Dimana lapak-lapak pasar bertambah banyak dengan beragam barang dagangan yang dijajakan.

"Mereka yang dagang baju, baju-bajunya digantung di pagar rumah saya. Bisa bayangkan bagaimana perasaan saya," tegasnya.

Tania menjelaskan, pasar tersebut terletak di Jalan Darmawangsa II atau Jalan Hj Saiun. Dimana pada sejarahnya pasar itu telah ada sejak 43 tahun karena ada rencana pembangunan Pasar Blok A sekitar tahun 1970. Namun, setelah pasar Blok A rampung dibangun, pasar penampungan sementara yang ada di muka rumahnya tidak juga digusur pemerintah.

"Padahal, banyak persoalan besar yang terjadi karena keberadaan pasar tersebut. Asal tahu ya, kios-kios pasar itu berdiri di atas saluran air lho," terang Tania.‎ [sam]‎

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA