“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon,” ujar Gibran lewat keterangan resminya, Rabu, 1 April 2026.
Ia juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
“Penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian para prajurit yang telah menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia,” lanjutnya.
Selain itu, Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap langkah investigasi menyeluruh yang akan dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mengungkap insiden tersebut.
Ia juga menegaskan pentingnya penanganan yang cermat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk upaya maksimal dalam proses pemulangan jenazah para prajurit ke Tanah Air.
“Saya mendukung penuh dilakukannya investigasi menyeluruh oleh PBB serta penanganan yang cermat sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, termasuk upaya maksimal terkait proses pemulangan jenazah,” pungkasnya.
Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat proyektil artileri yang menghantam markas kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr. Sehari berselang, dua prajurit TNI kembali gugur setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan di dekat Bani Hayyan.
BERITA TERKAIT: