Korps Reaksi Cepat (KRC) yang merupakan lembaga taksis yang fokus masalah kemanusiaan bentukan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) telah bergerak bersama kader dan relawannya untuk turut membantu evakuasi korban, serta melakukan penggalangan dana di seluruh KRC se-Indonesia.
"KAMMI dengan KRC akan turut serta membantu korban banjir dan longsor. Kami juga sudah mengerahkan kader se-Indonesia untuk turut membantu KRC berupa penggalangan dana serta proses evakuasi korban," kata Ketua Umum PP KAMMI Nur Rakhman, Minggu (14/2).
Di tempat lain, Direktur Umum KRC Liyuda Saputra mengutarakan, melihat potensi kerugian yang cukup besar akibat banjir dan longsor, sudah sewajarnya Pemerintah menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional. Dengan harapan agar mendapat perhatian semua pihak.
Ia juga menyebutkan bencana ini telah menyebabkan kerugian bagi jiwa dan materi. Banyak sektor yang merugi. Menurutnya, melalui penetapan status tersebut diharapkan perhatian kepada korban bencana banjir dan longsor semakin meningkat.
"Bantuan nyata berupa tempat tempat tinggal sementara, makanan, obat-obatan, selimut dan pakaian pantas pakai sangat mereka butuhkan," ucap Liyuda Saputra.
Mengingat bencana tersebut telah merusak rumah warga, fasilitas umum, serta melumpuhkan perekonomian, KRC menghimbau; pertama, kepada seluruh yang terkena musibah untuk tetap tenang, bertahan dan tangguh serta mencari solusi bersama atas musibah banjir dan longsor; kedua, meminta kepada Pemerintahan Daerah untuk berperan lebih aktif membantu korban banjir dan longsor; ketiga, Pemerintahan Pusat bisa turut andil juga membantu daerah yang benar-benar terisolir seperti yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan beberapa daerah yang terparah lainnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: