Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, Presiden ADB mengatakan kesipannya untuk membantu pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional.
Presiden ADB menyampaikan peningkatan dukungan pembiayaan untuk Indonesia menjadi 2 miliar dolar AS per tahun selama lima tahun ke depan, atau total senilai 10 miliar Dolar AS.
"Presiden ADB mengatakan siap membantu pembiayaan proyek-proyek infrastruktur kita," jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam keterangan pers bersama Presiden ADB Takehiko Nakao di Istana Merdeka.
Di samping itu, lanjut Sofyan, ADB juga akan memberikan pinjaman langsung ke bank. "Karena pinjaman di ADB ini bunganya murah, rentangnya itu nggak sampai 2 persen. Tenornya mungkin ada yang sampai 30 tahun," papar Sofyan.
Selain pinjaman untuk proyek, ADB secara aktif memanfaatkan pinjaman berbasis kebijakan (policy-based loan) dan pinjaman berbasis hasil (result-based lending).
Pinjaman berbasis hasil, lanjut Sofyan, merupakan pembiayaan yang pencairannya dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai, dan bukan dengan biaya proyek yang telah dibelanjakan.
"Dengan demikian mereka tidak terkait pada sistem tender, ikut sistem tender kita saja, karena dianggap sistem tender Indonesia sudah cukup baik," kata mantan Menko Perekonomian ini.
Terakhir, Sofyan Djalil menambahkan bahwa proyek yang paling penting terutama adalah sektor energi.
Dilansir dari laman
setgab.go.id, selain Sofyan Djalil, dalam pertemuan itu hadir juga Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
[rus]
BERITA TERKAIT: