‎"Boy Sadikin merupakan aset PDIP. Tentu DPP PDIP tidak akan cepat merespon surat (pengunduran diri) yang disampaikannya," begitu analisa pemerhati Jakarta, Sugiyanto, saat berbincang dengan redaksi, Jumat (12/2).
‎Sgy, demikian ia disapa, meyakini DPP PDIP akan hati-hati menyikapi surat pengunduran yang disampaikan Boy karena selama ini dia menjadi sosok di balik kesuksesan PDIP di Jakarta.‎
‎Di bawah kepemimpinan Boy, PDIP berhasil menempatkan Joko Widodo sebagai gubernur pada Pilkada DKI 2012, menang pileg 2014 dan sukses menyumbang perolehan suara untuk Jokowi di Pilpres 2014.‎
‎Bahkan di Pileg 2014, Boy sukses mengantarkan 28 kader PDIP sebagai wakil rakyat di Kebon Sirih, melonjak 100 persen lebih dri perolehan Pileg 2009.
‎"‎PDIP Jakarta solid di bawah kepemimpinan Boy Sadikin. Selain dekat dengan grassroot, dia juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan elit politik dan tokoh masyarakat Jakarta. Bahkan Boy bisa merangkul dan mempersatukannya," imbuh Sgy yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta (Katar).
‎Oleh karenanya dia juga meyakini akan dicarikan solusi kalaupun ada hal-hal mendasar di balik alasan pengunduran diri Boy. Jalan terbaik menurut dia, h‎endaknya PDIP meminta tokoh muda yang punya kepemimpinan sangat kuat itu tetap memimpin Jakarta.
"Pasti ada jalan keluarnya. Tapi semuanya terpulang ke Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Mega tentu akan mempertimbangkan positif negatifnya. Saya yakin PDIP akan membrikan pilihan terbaik buat Boy," tukasnya.
[dem]‎