Kali ini penggeledahan lebih detail. Mulai dari halaman, ruang tamu, dapur ruang makan, kamar mandi, kamar tidur, lemari, kloset, saluran pembuangan air koÂtor, sampai langit-langit rumah tak luput jadi sasaran penyidik.
Benda-benda mencurigakan yang dimungkinkan menjadi petunjuk kematian Mirna pun disita. Tak terkecuali, tisu yang bekas dipakai Jessica.
Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Metro Jaya juga memeriksa mobil milik keluarga Jessica. Mobil Honda City berwarna silÂver dengan nomor polisi B 8348 DR tersebut mulanya terparkir di depan rumah. Kemudian dibawa masuk ke teras rumah untuk digeledah.
Dua orang petugas berseragam hitam bertuliskan Labfor mulanya memeriksa bagasi mobil. Sebuah koper berukuran besar dikeluarkan dari bagasi. Selanjutnya, seorang petugas perempuan tampak membuka pintu kiri belakang dan memeriksa tempat duduk. Baju batik yang tergantung juga diperiksa.
Sementara itu petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri memeriksa tempat duduk bagian depan. Petugas juga terlihat memeriksa sekumpulan plastik bening mirip plastik obat yang ditemukan di sekitar dashÂboard mobil.
Saat penggeledahan sebelÂumnya, polisi menyasar tempat sampah rumah Jessica. Polisi mencari celana yang dipakai Jessica saat bertemu dengan Mirna dan Hani di kafe Olivier Grand Indonesia.
Jessica meminta pembanÂtunya membuang celana itu. Hingga kini celana itu belum ditemukan. Polisi berharap bisa menemukan bukti di celana itu yang berhubungan dengan kasus kematian Mirna.
Mirna meninggal setelah meÂnenggak kopi Vietnam yang teÂlah dipesankan Jessica. Hasil uji laboratorium, kopi itu mengandung sianida.
Polisi telah mengantongi rekaÂman CCTV yang memperlihatÂkan aktifitas Jessica selama di kafe Olivier sebelum Mirna dan Hani datang. Ada gerak-gerik Jessica yang mencurigakan.
Jessica berulang kali memÂbantah meracun Mirna yang merupakan teman kuliahnya di Australia.
Setelah melakukan gelar perkara dengan kejaksaan, polisi akhirnya menetapkan Jessica sebagai tersangka. Akhir pekan lalu, Jessica dijemput di hotel tempatnya menginap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Malam harinya Jessica ditahan.
"Kita terus mengembangkan. Kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.
Dia menyampaikan, ada beÂberapa petunjuk yang mengarah kepada Jessica. Mulai dari ketÂerangan saksi-saksi, rekaman CCTV, identitas Jessica hingga hubungannya dengan Mirna.
Krishna mengatakan untuk mengungkap ini kasus pihaknya menerapkan scientific crime. Mulai dari uji laboratorium forensik terhadap barang bukti hingga melibatkan ahli dari berbagai bidang ilmu yang berhubungan dengan perkara ini.
"Ada ahli-ahli yang kami mintai pertimbangan. Ahli hukum, ahli forensik, ahli psikologi, dan ahli lain yang tak bisa kami sebutkan," kata Krisna.
Penyidik juga menelusuri toko tempat sianida yang dituangkan ke dalam kopi Mirna. Menurut Krisna, penyidik berusaha meÂlengkapi barang bukti untuk menjerat Jessica.
Sebelumnya, Kejaksaan telah memberikan sejumlah petunjuk kepada penyidik dalam melengÂkapi berkas perkara ini.
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Waluyo mengemukakan, gelar perkara bersama dilakukan agar Kepolisian memperoleh gambaran tentang kekuranglengÂkapan berkas perkara.
"Secara umum pertemuan beÂragenda gelar perkara dilaksanaÂkan supaya memudahkan jaksa juga pada saat menyusun berkas tuntutan perkara tersebut," kata Waluyo. ***
BERITA TERKAIT: