"Ada beberapa isu yang akan kami tangani (penindakan dan pencegahan) yaitu sumber daya alam, dan pengelolaan barang milik negara," ungkap Agus di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/1).
Bukan tanpa sebab, menurutnya banyak aset milik negara yang hilang begitu saja tanpa ada kelanjutannya.
"Aset milik negara banyak hilang entah gimana," tambahnya.
Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan menambahkan beberapa barang milik negara banyak yang tidak berada di tangan yang tepat.
"Beberapa yang kita temui umumnya berupa aset tetap seperti rumah. Misal tanah diserobot orang pemda atau swasta. Atau rumah dinas diganti hak miliknya dan bisa diperjual belikan. Selain itu pensiunan yang belum keluar dari rumah dinas kita juga bantu tangani," ujar Pahala.
Oleh sebab itu, KPK akan menggandeng beberapa instansi untuk bekerjasama dalam menangani hal tersebut.
Namun, Agus menegaskan, terlebih penting adalah partisipasi masyarakat untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi di tiap daerah.
"Tapi yang lebih penting lagi ajak masayarakat," kata Agus.
[sam]
BERITA TERKAIT: