Menlu Retno: Masalah Perbatasan Diselesaikan Secara Damai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 08 Januari 2016, 07:16 WIB
Menlu Retno: Masalah Perbatasan Diselesaikan Secara Damai
Retno L.P. Marsudi/net
rmol news logo Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menegaskan kedaulatan adalah rumah yang harus dijaga. Keutuhan rumah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Namun demikian, diakui Menlu bahwa penyelesaian batas wilayah memerlukan waktu dan bukan merupakan hal yang dapat diselesaikan secara singkat.

Dalam pernyataan pers menyambut Tahun Baru 2016, di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Kamis (7/1), Menlu Retno Marsudi mengemukakan, sepanjang tahun 2015 politik luar negeri Indonesia diarahkan pada upaya percepatan penyelesaian batas wilayah Indonesia secara damai.

Dengan Roadmap, semua perundingan diaktifkan termasuk perundingan batas wilayah yang tidak aktif sejak tahun 2003, menurut Menlu, 25 pertemuan batas wilayah telah dilakukan tahun 2015, dengan rincian 9 perundingan batas maritim dan 16 perundingan batas darat.

"Indonesia dan Malaysia telah menunjuk Utusan Khusus untuk percepat proses perundingan penyelesaian batas wilayah Maritim," kata Menlu seperti dilansir dari laman setkab.go.id.

Menurut Menlu, pada tahun 2015, proses ratifikasi telah dilakukan untuk dua perjanjian perbatasan, yaitu Indonesia-Filipina dan Indonesia-Singapura. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA