Seluruh Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, mitra dan pengusaha Muhammadiyah di luar negeri, serta pengelola amal usaha bidang ekonomi Muhammadiyah seperti koperasi, Baitul Tanwil Muhammadiyah, industri, perbankan, perusahaan infrastruktur, perikanan, perkebunan, pertambangan dan lainnya juga hadir.
Hadir pula beberapa tokoh seperti Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pengusaha nasional Sutrisno Bachir, CEO Trans Corp Choirul Tanjung, Soedomo Sudarnoto (CEO Kopi Kapal Api), Nurhayati Subakat (CEO dan pendiri Kosmetik Wardah), dan pemilik KML Group (Kelola Mina Laut), Din Syamsuddin (mantan Ketua PP Muhammadiyah), Haedar Nasir (Ketua PP Muhammadiyah), Gubernur Jatim Soekarwo, H. Riyanto (pemilik Hotel Sofyan Syariah, pengusaha minyak dan gas Muhdi PR dan lainnya.
Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah Mohammad Nadjikh menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi dari Muktamar ke-47 di Makasar 2015, yang diantaranya Muhammadiyah mencanangkan bidang ekonomi sebagai pilar ketiga gerakan dakwahnya, selain pendidikan dan kesehatan yang selama ini sudah banyak dikembangkan Muhammadiyah.
Pencanangan ini bermakna bahwa pengembangan ekonomi persyarikatan dan warga persyarikatan menjadi bidang dakwah utama yang dianggap strategis sebagaimana dua bidang lainya, yakni pendidikan dan kesehatan. Pencanangan bidang ekonomi sebagai pilar ketiga sekaligus menandai ciri Islam berkemajuan yang menjadi spirit gerakan dakwah Muhammdiyah.
"Dalam Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah ini diharapkan menjadi tonggak bangkitnya ekonomi Muhammadiyah, yang diantaranya akan dicanangkan penciptaan satu juta pengusaha baru di kalangan Muhammadiyah dalam lima tahun ke depan," jelas Nadjikh yang juga CEO dan pemilik KML Group (Kelola Mina Laut) ini.
Acara ini sekaligus langkah untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang merupakan bentuk realisasi dan tujuan akhir integrasi ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang efektif berlaku pada 31 Desember 2015 mendatang.
"Dalam rangka ini, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton dan obyek pasar, namun harus berperan sebagai subyek penentu dan pelaku pasar di Kawasan ASEAN," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: